| Red-Joss.com | Melayani sesama itu panggilan hati. Kita telah dipilih Yesus untuk diutus dan menerima mandat melayani.
Ada di antara kita yang menerima tugas perutusan itu dengan penuh keyakinan bak prajurit di medan tempur. Tapi tidak sedikit pula yang mengawali dengan hati gamang, “mengapa saya?”
Ada rambu-rambu yang sangat bijak untuk diikuti. Semua ada di Firman-Nya.
- Selalu waspada. Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, alias jika tidak mau belajar dan berubah, akan terjebak dalam kesalahan (Amsal 12: 15).
“Definition of Stupid”:
‘Stupid is knowing the truth, seeing the truth, but still believing the lies’ (bodoh artinya tahu yang benar, paham kebenaran, tapi tetap meyakini kebohongan)
- Percaya pada bimbingan-Nya. Firman Tuhan telah meluruskan pikiran kita tentang yang disebut sebagai orang bodoh. Amsal 1: 7 berkata: “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tapi orang yang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Tidak ada yang diciptakan Tuhan sebagai orang bodoh. Semua orang diberi-Nya kemampuan untuk belajar. Orang bodoh adalah yang menghina hikmat dan didikan alias tidak mau belajar atau tidak merasa butuh diajar. Sebaliknya, orang yang takut akan Tuhan menyadari keterbatasannya dan bersedia dituntun Tuhan untuk belajar hal-hal baru. Amsal 1: 7 ini adalah cahaya yang menguatkan dan terus mengingatkan kita dalam menghadapi tiap pergumulan dalam pelayanan.
Selamat melayani sahabat, dengan tak henti berbagi hati dan menjadi inspirasi.
Salam sehat dan tak surut berbagi cahaya.
…
Jlitheng

