Berkat yang bernaung atas Maria, kini dicurahkan kepada kita, saat kita menyambut Putra yang ia lahirkan.
Hari pertama tahun baru ini, Allah menyambut kami bukan dengan tuntutan, melainkan dengan berkat. Melalui Musa, Allah mengajarkan umat-Nya untuk memanggil Nama-Nya yang kudus: Nama yang memberkati, melindungi, dan menganugerahkan damai. Berkat itu tidak lagi hanya diucapkan dengan kata-kata, tapi telah jadi daging. Kepenuhan berkat-Nya adalah Yesus, lahir dari Maria, di bawah hukum Taurat, agar kami menerima pengangkatan sebagai putra-putri-Nya.
Dalam diri Maria, Bunda Allah, kami memandang dia yang sepenuhnya dinaungi cahaya wajah-Nya. Ia menerima rahmat bukan sebagai upah, melainkan sebagai anugerah, menyambut Sabda-Nya dengan kerendahan hati dan kepercayaan. Dari dirinya kami belajar, bahwa diberkati berarti pertama-tama terbuka: membiarkan Sabda-Nya tinggal dalam hati, disimpan, direnungkan, dan dibiarkan membentuk seluruh hidup kami dari dalam.
Seperti dinyanyikan Pemazmur, “Semoga Allah memberkati kita, supaya segala ujung bumi takut akan Dia.” Melalui jawaban ‘ya’ Maria, berkat itu meluap ke seluruh dunia. Dari rahimnya lahir Sang Pencipta Hidup, Terang bagi segala bangsa, sumber sukacita dan damai sejati. Dalam imannya yang hening, bangsa-bangsa diajak bersukacita, bukan karena kuasa atau kemegahan, melainkan karena keselamatan yang dianugerahkan secara cuma-cuma.
Bapa, dalam kepenuhan waktu, Engkau mengutus Putra-Mu, lahir dari seorang perempuan, agar kami tidak lagi hidup sebagai hamba, melainkan sebagai ahli waris. Oleh Roh Putra-Mu yang dicurahkan ke dalam hati kami, kini kami berani berseru, “Abba, ya Bapa!” Inilah mukjizat rahmat: Allah yang memberkati kami juga mengangkat kami jadi anak-anak-Nya, dan mengikutsertakan kami dalam kehidupan Ilahi-Nya sendiri.
Seperti para gembala yang sederhana dan peka, semoga kami bersegera menjumpai Kristus di mana pun Ia menyatakan diri-Nya, yang sering kali dalam kerendahan, kesederhanaan, dan keheningan. Seperti Maria, ajarlah kami untuk mengandung Dia dalam hati, agar hidup kami jadi berkat bagi sesama, pantulan wajah-Mu yang bercahaya di tengah dunia yang letih.
Saat kami melangkah memasuki tahun baru ini, tempatkan kembali Nama-Mu atas kami, ya Tuhan. Berkatilah dan lindungilah kami. Biarlah wajah-Mu bersinar atas kami melalui Yesus, yang lahir dari Maria. Jadikanlah hati kami kediaman yang layak bagi Sang Pencipta Hidup, agar kami tidak lagi hidup bagi diri kami sendiri, melainkan sebagai anak-anak Allah sejati, yang membawa Kristus kepada dunia.
Kepada Yesus, melalui Maria, Bunda Allah, kami serahkan diri kami seutuhnya. Amin.
“Tuhan, sinarilah kami dengan wajah-Mu, melalui Yesus yang lahir dari Maria.”
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

