Tahukah kamu saat apa yang pernah kamu katakan itu dilupakan olehmu sendiri, seolah-olah kamu tidak pernah mengatakannya. Kita memberi sebutan untuk yang bersangkutan itu dengan kata-kata ‘lupa ingatan’.
Tahukah kamu saat apa yang pernah kita janjikan, dilupakan olehmu sendiri, seolah-olah kamu tidak pernah mengucapkan janji itu. Kita memberi sebutan untuk yang bersangkutan itu dengan kata-kata ‘suka obral janji’.
Tahukah kamu saat apa yang telah kita niatkan, dilupakan olehmu sendiri, seolah-olah kamu tidak pernah memaksudkannya. Kita memberi sebutan untuk yang bersangkutan itu dengan kata-kata ‘tidak tahu diri’.
Tahukah kamu saat apa yang telah kita imani, ditinggalkan olehmu sendiri, seolah-olah kamu tidak memperdulikannya lagi. Kita memberi sebutan untuk yang bersangkutan itu dengan kata-kata ‘tidakkah kamu mengerti’.
Tahukah kamu saat apa yang telah kita dengarkan dari Tuhan Yesus, tidak didengarkan sama sekali, seolah-olah kamu tidak terikat sama sekali. Kita memberi sebutan untuk yang bersangkutan itu dengan kata-kata ‘si tegar tengkuk’.
Cobalah jadi pribadi-pribadi yang berkomitmen tinggi, tepat janji, taat pada nurani, setia hingga di titik akhir, dan mempunyai hati untuk terbuka disirami firman-Nya.
Hal ini dibutuhkan, supaya jelas apa yang sedang kamu jalani itu dihidupi dan dimaknai dalam kehidupan. Jangan sampai kamu menjalani hidup seolah-olah sekadar hidup dan sama sekali tidak tahu arahnya.
Sungguh, aku tidak ada niat untuk mengguruimu, tapi karena aku sebagai gembalamu, sungguh mencintaimu, sahabat. Apakah aku salah, karena mengingatkanmu, menegurmu dengan kasih?
Sangatlah bijaksana, ketika kita bisa menerima setiap koreksi dan evaluasi. Itu tanda dan bukti, bahwa kita mempunyai kelembutan dan kerendahan hati.
“Have a nice dream.” Ada hari esok yang menantikan hidupmu supaya kamu jadi pribadi baru dan baik.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

