Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hidup yang tidak direfleksikan, tidaklah layak dijalani.” – (Socrates)
[Red-Joss.com] Saya selalu teringat dan terkenang akan ketiga kata ini, “Nosce te Ipsum,” kenalilah dirimu sendiri. Kata-kata emas ini, terpampang di halaman depan Kuil Dewa Apollo di Delphi.
Mengapa manusia harus mengenal diri dan sadar diri di dalam hidup ini? Socrates, sang filsuf arif asal Yunani, ternyata jauh-jauh hari sudah berpetuah, jika di dalam
hidup ini, tanpa direfleksikan, maka sungguh sia-sia dan tidak layak kita hidup.
Adagium agung ‘Nosce te Ipsumโ itu mutlak kita butuhkan dalam hidup dan keberadaan kita. Jika tanpa mengenal diri, maka kehidupan kita akan semrawut dan berantakan, baik secara moral maupun etika. Eksesnya, kita hanya akan bersikap dan bertindak โsemau gueโ. Hidup tanpa kompromi. Semua isi pikiran dan tindakan kita akan berlangsung seperti robot yang serba otomatis dan tanpa makna.
Tulisan ini, terinspirasi oleh saudara Budi Sartono Soetiardjo, Graha Bukit Raya, Cilame, Kabupaten Bandung Barat, dalam kolom Opini, Surat kepada Redaksi. Kompas, Sabtu, 5/8/2023.
Dalam kolom Surat Pembaca yang berjudul “Kesantunan Lisan” itu Beliau menuangkan isi pemikirannya atas kegaduhan akibat ucapan kasar dan tidak beretika dari seorang akademisi saat berorasi di dalam forum konsolidasi aliansi buruh, 29/7/2023.
Beliau berpendapat, lisan sang akademisi itu kurang pantas dan tidak etis. Kita ini berbudaya ketimuran dan bukan berbudaya Barat yang identik dengan perilaku liberal. Bagi beliau, lisan adalah manifestasi diri kita.
Sikap ‘tahu diri dan sadar diri’ bermakna, bahwa saat bertutur pun bertindak, sang manusia itu perlu berpikir serta menimbang-nimbang. โSiapa diri ini? Berada di mana? Siapakah audiens saya?โ
Lewat sikap hidup reflektif, sejatinya orang akan kian bijak. Hindari sikap dangkal yang berdampak pada orang yang hanya peduli pada kesenangan dan kenikmatan diri. Itulah ciri pribadi egois yang selalu mau menang sendiri.
Pesan moral yang boleh kita titipkan bagi hidup generasi muda kita adalah “senantiasa belajar untuk bersikap rendah hati!”
“Belajarlah dari pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati!”
(Amanat Sang Guru Agung kita).
Kediri, 5 Agustus 2023

