“Pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda.”
Pada hari yang kudus ini, Injil menyingkapkan bagi kami misteri kasih Allah: kasih yang mempersiapkan, mengundang, dan sabar menantikan jawaban bebas dari hati manusia.
Dalam Dikandung Tanpa Noda Maria, kami melihat kebijaksanaan dan kelembutan-Nya. Sebelum dunia dijadikan, Ia telah menghendaki suatu kediaman yang layak bagi Sabda Kekal. Sebagaimana Tabut Perjanjian dijaga tetap murni dan tak tersentuh, demikian pula Ia membentuk Maria: Tabut Perjanjian Baru yang hidup, bebas dari segala noda, penuh rahmat, dan sepenuhnya siap menerima Yang Kudus.
Allah tidak pernah memaksa. Ia mengundang. Cinta sejati itu selalu mengundang, tidak pernah memaksa. Jawaban ‘ya’ Maria lahir dari hati yang telah dimurnikan dan kehendak yang menyerah total pada-Nya.
Jawaban ‘Ya’ Maria juga mengungkapkan tentang kerentanan-Nya sendiri, ya Bapa. Engkau mempercayakan keselamatan dunia kepada seorang gadis muda, meskipun Engkau tahu ia bisa saja menolak. Ketika ia menerima, Engkau memasuki rahimnya sebagai seorang Anak yang tak berdaya. Engkau merangkul rapuhnya hidup manusia, bahkan sengsara salib, agar tak seorang pun dari kami dapat berkata, “Tuhan tak mengerti penderitaanku.” Inilah kasih yang dinyanyikan Pemazmur: kasih yang melakukan karya-karya ajaib bagi umat-Nya.
Seperti Malaikat Gabriel berdiri di hadapan Maria, kini Putra-Mu berdiri di hadapan kami masing-masing: menawarkan hikmat, rahmat penyucian, dan undangan untuk memasuki hadirat-Mu yang kudus. Sama seperti Maria, kami bisa menyambut atau menolak. Putra-Mu selalu mengambil risiko ditolak, karena Ia mengasihi kami terlalu dalam untuk menarik kembali tawaran-Nya. Tapi kerinduan Bapa adalah agar kami berseru seperti Maria: “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Bapa, melalui karya penyelamatan Putra-Mu, Engkau telah membuka jalan bagi kami untuk dimurnikan dan dipulihkan. Berilah kami rahmat untuk bekerja sama dengan murah hati agar Sabda-Mu membentuk kembali keinginan kami, membersihkan niat kami, dan menjadikan kami layak berdiri di hadirat-Mu.
Bersama Maria, kami memilih kehendak-Mu dengan bebas.
Kami membuka hati kepada rahmat yang sama, memenuhi dirinya sejak awal mula.
“Ya, Maria, penuh rahmat, dampingilah kami dan ajarilah kami berserah dengan sukacita. Amin.”
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

