Entah apa yang sudah direncanakan Filipus, ketika Malaikat Tuhan tiba-tiba datang dan memintanya ke sebelah Selatan untuk menjumpai seorang sida-sida Etiopia yang membutuhkan bimbingan dan arahan, sampai akhirnya dibaptis jadi pengikut Kristus.
la tentu mempunyai program hidup yang sudah dirancangnya, tapi kehendak Tuhan lewat kata-kata Malaikat itu jadi prioritas utama Filipus. la menjalankannya dengan sukacita, bukan perintah yang memaksa.
Ketaatan Filipus pada sabda Tuhan diterimanya dari Yesus sendiri. la datang sebagai utusan Bapa. la taat sampai mati, karena kasih-Nya. Dia jadi Roti Hidup; Roti yang turun dari Surga: “Siapa saja yang memakannya, ia tidak akan mati. Tapi hidup selama-lamanya. Roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”
Ketaatan Filipus berakar pada kasihnya akan Yesus. Kasih itu membuat ia siap diutus dengan memberikan seluruh dirinya. la taat, bukan karena imbalan atau popularitas, tapi karena ikatan kasih. Inilah yang dimaksudkan Yesus dengan memberikan ‘daging-Ku’ untuk hidup dunia. la memberikan seluruh diri bukan untuk mendapatkan timbal balik, melainkan karena mencintai.
Mari kita belajar taat pada kehendak Tuhan bukan untuk mendapat keuntungan, melainkan karena kita mencintai Tuhan dengan tulus.
“Ya, Tuhan Yang Maha Kasih, mampukan kami untuk taat pada kehendak-Mu, karena kami mangasihi Engkau. Amin.”
…
Ziarah Batin

