| Red-Joss.com | Sejak dulu hingga kini, kita banyak belajar tentang ketaatan. Ada orang yang melakukannya dengan sadar, tapi ada pula yang melakukannya dengan terpaksa.
Bagi yang menjalankan ketaatan itu dengan sadar, maka ketaatan itu mempunyai makna dan nilai tinggi. Sebaliknya, jika menjalankan ketaatan dengan terpaksa, maka menjadi beban berat terus menerus. Sebab kita merasa dikondisikan tidak menjadi bebas.
Sekarang, bagaimana ketaatan itu dipilih?
Yesus memilih taat kepada Bapa dan Dia menjalankan-Nya. Ketaatan itu lalu ditawarkan kepada Nikodemus dengan memberikan penjelasan yang sangat tegas. Jika kita mengambil ketaatan sebagai pilihan, maka ganjarannya adalah hidup yang kekal.
Menjadi jelas, bahwa ketaatan yang dipilih itu memberikan nilai yang berbeda. Memilih taat dengan sadar, maka yang didapat adalah berkat dari buah ketaatan itu.
Mengikuti Yesus adalah pilihan yang sadar, dan taat mengikuti-Nya adalah kerinduan kita.
Apakah ikut Yesus itu suatu beban? Untuk orang yang belum mantab mengikuti-Nya akan menjawab: ya. Sebaliknya bagi orang yang memilih Yesus dengan sepenuh hati akan menjawab: tidak.
Bagi orang yang merasa berat dan terbebani untuk mengikuti Yesus, mereka akan meninggalkan-Nya tanpa merasa bersalah.
Sedang bagi kita yang mengikuti Yesus sepenuh hati tidak merasa terbebani. Ketaatan itu menjadi berkat dan peneguh jiwa, sehingga kita menjalani tantangan hidup ini dengan setia.
Taat dan setia mengikuti Yesus, hidup berlimpah berkat, selamat, dan bahagia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

