Sebagai Orang Kristiani, kita sangat disayang, dikasihi, dan sangat dimanja. Ini buktinya:
- Dari sisi keselamatan, jalan iman yang harus kita lewati jelas. Tuhan Yesus mengatakan, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Kita tidak perlu bingung mau melewati jalan yg mana. Syaratnya adalah kita harus percaya kepada-Nya.
- Dari sisi tempat dari tujuan hidup kelak, telah disediakan untuk kita. Tuhan Yesus mengatakan, “Tidak usah kuatir, percayalah kepada-Ku dan kepada Bapa. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal.” Semuanya telah disediakan oleh Tuhan. Syaratnya adalah kita harus percaya kepada-Nya.
- Dari sisi permohonan, saat kita membutuhkan pertolongan. Tuhan Yesus mengatakan, “Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.” Jangan minta ke mana-mana lagi. Apalagi ke dukun… Hus, malu! Kita mempunyai Tuhan Yesus yang baik hati untuk mendengarkan dan mengabulkan setiap doa kita. Syaratnya adalah kita harus percaya kepada-Nya.
- Dari sisi semangatnya, saat kita berelasi dengan yang lain. Tuhan Yesus mengatakan, “Inilah perintah baru untukmu, hendaknya kalian saling mengasihi satu sama lain.” Kita sudah diperintahkan, tapi masih saja ada yang tidak mau saling mengasihi. Jika masih ada yang saling bermusuhan itu berarti kekanak-kanakan. Kayaknya belum meresapi perintah Tuhan Yesus. Padahal untuk saling percaya itu harus saling mengasihi.
- Kita mendengar dan mengetahui, bahwa Dia menegaskan tidak akan pernah meninggalkan kita sebagai seorang anak yatim piatu. Apa janji-Nya? Dia menjanjikan Roh Kudus, Sang Penasehat Sejati, Sang Penghibur dan Sang Penguat kita. Tentunya, kita juga harus percaya dengan penyertaan-Nya.
Bukti-bukti itu sudah mencukupi, karena menunjukkan, bahwa sebagai orang Kristiani, murid Tuhan Yesus, kita disayang, dikasihi dan hidup kita dimanjakan-Nya.
Karena itu, saatnya kita bersaksi untuk yang lain, supaya makin banyak orang juga merasakan kasih sayang dan dimanja oleh Tuhan Yesus. Mereka tidak curigaan, memusuhi, atau jadi marah dengan kita. Karena mereka belum tahu dan paham dengan iman yang kita hidupi ini.
Sayangnya ada banyak orang yang gengsi untyk ikut Tuhan Yesus. Ada juga yang malu, karena budayanya tidak mendukungnya (keluarga menghalangi, takut kehilangan jabatan, dst). Tapi ada juga yang sembunyi, meski dalam hatinya cinta Tuhan Yesus. Mereka mengintip seperti Nikodemus atau seperti Yusuf dari Arimatea.
Mari kita doakan untuk mereka semua, supaya dibukakan hatinya. Syaratnya adalah percaya. Alleluya.
Macau, 29 April 2025
Rm. Petrus Santoso SCJ

