Oleh : Rio Scj.
“Be careful of what you asking.” Rio, Scj.
[Red-Joss.com] Berhati-hatilah dengan apa yang kita tanyakan. Coba ketik di google “Kenapa saya sial?” Yang ke luar ribuan alasan dan mengupas soal sial itu. Sebaliknya, ketika kita ketik bagaimana sukses. Hasil pencarian Mbah google juga ribuan cara untuk sukses.
Begitu juga dalam hidup. Jika kita sering bertanya pada diri sendiri, kenapa sial, bodoh, miskin, dan kenapa…? Maka muncul ribuan jawaban dalam diri ini: soal keraguan, ketakutan, menyalahkan diri dan orang lain, bahkan juga pembenaran diri. Semua itu akan membentuk pola pikir kita.
Jika kita membiasakan diri berpikir dan belajar untuk mengantisipasi persoalan, maka kita menjadi tenang dalam menghadapi situasi,
sabar, tabah, dan makin dewasa. Sehingga dengan mudah kita ke luar dari lilitan situasi atau masalah yang tidak mengenakan itu.
Ada kalanya kita harus bersusah lebih dulu agar kita menghargai diri sendiri. Karena untuk mendapatkan hal itu dibutuhkan perjuangan.
Untuk sukses, ingatlah hal ini:
Pertama, proses. Dalam hidup itu tidak ada yang namanya instan. Semua butuh proses dan waktu. Tuhan juga menciptakan dunia ini dan isinya secara bertahap, selama. 7 hari. Intinya, Tuhan mengajari kita untuk berproses.
Proses itu kodrat manusia. Ketika kita berhasil atau sukses akan membawa kita pada ‘sense of achievement’. Rasanya berbeda, kita berjuang dan berproses untuk meraih kesuksesan, dibandingkan dengan kesuksesan yang diberi oleh orangtua.
Kedua, ‘be appriciate person’. Berproses itu mengajari kita untuk berempati, menghargai kesuksesan dan keberhasilan, menghargai perjuangan, dan terlebih bisa berempati pada sesama yang masih bersusah payah dan berjuang. Kita bisa merasakan dan memberi dukungan, karena kita pernah mengalami saat berada di bawah. Menghargai orang lain agar kita rendah hati.
Ketiga, mudah bersyukur. Orang yang tidak mau susah dan berproses dalam hidup itu sulit untuk bersyukur dan akan jauh dari sukses. Jika kita hanya mau mengerjakan yang mudah, maka hidup kita bakal susah. Tapi, jika kita mau mengerjakan hal yang sulit dan berjuang dengan gigih, maka hidup ini jadi mudah, dan sukses.
Keempat, pe-de: percaya diri dan percaya Dia (Allah). Bersyukurlah, jika kita boleh mengalami masa susah dan berat. Sesungguhnya, saat itu kita sedang diuji agar kita makin percaya diri dan tangguh. Kita diberi kesempatan Tuhan untuk naik kelas. Kuncinya adalah agar dalam perjuangan itu kita selalu mengandalkan Allah. Karena bagi orang yang percaya dan mengimani-Nya itu tidak ada yang mustahil.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

