Bunda Maria yang terkasih…
Engkaulah sosok wanita kudus pertama yang aku kenali. Diriku yang masih kanak-kanak, mengenalmu dan langsung jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama, begitulah yang terjadi.
Tetapi pada saat diriku masih kanak-kanak itu belum tahu tentang sosokmu. Pengalaman yang istimewa dan selalu kuingat adalah setiap melewati Gua Maria, yang ruangnya ada di dalam Gereja, aku memandangmu, tunduk sebentar dan membuat Tanda Salib, lalu lari bergabung dengan teman-teman. Hal itu menjadi kebiasaanku yang terus kuulang. Karena aku senang setiap kali melakukannya.
Bunda Maria yang terkasih…
Pertama kali aku diajari Doa Salam Maria dibantu oleh kakakku kedua (beliau dipanggil Tahun 1986). Setelah beberapa kali diulang dan diulang, aku hafal. Doa ini menjadi doa wajib yang terus aku doakan, bahkan hingga hari ini. Sudah berapa banyak doa ini terucap lewat mulutku. Tak terhitung. Bunda Maria juga tidak menghitungnya. Tapi Tuhan yang tahu segalanya. Hingga akhirnya, aku ingin jadi Romo saat sedang berdoa Rosario di depanmu, ya, Bunda, yaitu tahun 1986 saat di kelas 3 SD.
Bunda Maria yang terkasih…
Seiring berjalannya waktu, saya tidak hanya mendoakan Doa Salam Maria dan memandang sosokmu, lalu menunduk dan membuat tanda salib. Karena saya mulai diajari dan belajar sendiri untuk mengenal sosokmu lebih dekat dan lebih dalam lagi. Bahkan kemudian dari apa yang saya pelajari itu, saya bagikan dibanyak kesempatan: mengajar tentangmu di sekolah, di tengah umat, lewat zoom, dan juga lewat tulisan-tulisan di media. Saya merasakan, bahwa saya mulai mengenalmu, dari sisi rasa iman dan keilmuan yang aku dapatkan. Semua pengalaman ini membuat saya menjadi semakin dekat dan kagum dengan sosokmu, ya, Bunda. Engkau sudah pas banget dengan perjalanan iman dan keilmuanku ini.
Itulah sebabnya, ya, Bunda, engkau mendapatkan tempat yang amat istimewa di dalam Gereja dan engkau menjadi model utama bagi setiap umat kristiani untuk mencapai kesucian hidup kristiani.
Akhirnya, Bunda Maria yang terkasih …
Terimalah dan sampaikan doa-doaku dan doa-doa dari para sahabatku kepada puteramu dan Tuhan kami, Yesus Kristus. Dari surga sana, aku yakin, engkau terus menjaga kami, anak-anakmu yang masih berziarah di dunia ini.
Anak-anak yang terus belajar untuk menjadi setia dalam beriman.
Anak-anak yang terus berjuang untuk mencapai kekudusan hidup kristiani.
Anak-anak yang semakin mencinta dengan lebih dekat kepadamu dan kepada Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus.
Salam Maria penuh rahmat …
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

