| Red-Joss.com | Setiap kali menerima surat berantai, pertama-tama yang saya lakukan adalah melepas rantai itu dari pikiran dan jemari saya untuk tidak diteruskan pada siapa pun.
Hal-hal jelek dan negatif itu tidak layak diteruskan. Selain mencemari dan racuni diri sendiri. Juga racuni orang lain, dan itu dosa.
Apa tidak takut akibatnya?
Maaf, saya tidak penganut paham takhayul. Saya lebih takut akan Allah.
Coba dipikir dan dicermati dengan seksama. Apa manfaatnya kita meneruskan surat berantai itu ke banyak grup. Lalu dalam hitungan hari kita bakal memperoleh rezeki dari Allah. Siapa yang memberi kepastian dan jaminan itu?
Begitu pula, jika tidak meneruskan surat berantai itu kita bakal celaka. Apa dasarnya, buktinya, atau data kevaliditas kebenaran hal itu.
Tidak harus menyesatkan, jika kita tidak tahu, dan sekadar ikut-ikutan.
Tidak harus menakuti, apalagi membodohi orang lain.
Alangkah baik, jika tidak tahu, kita mencari tahu. Mohon pencerahan orang bijak agar kita pahami makna yang tersurat dan tersirat dengan pikiran yang jernih dan bersih.
Sesungguhnya, ketika meneruskan surat berantai itu, kita melakukan kekonyolan, bodoh, dan pikiran kita jadi mundur, bahkan jadi terbelakang.
Bagaimana tidak. Kita menakuti orang lain, dan berani mendahului kehendak Allah. Sebegitu mudah kita memberi jaminan, kepastian bagi orang yang meneruskan dan mendiamkan surat berantai itu.
Adakah kita sadari dan pahami, bahwa “surat, SMS, dan email” berantai itu memberi gambaran yang salah tentang Allah.
Jenis doa semacam ini berasal dari ‘okultisme’, dan oleh karena itu berbahaya. Sesungguhnya doa itu tidak memiliki kuasa, tapi Allah yang memiliki kuasa!
Sesungguhnya, untuk memohon berkat Allah itu resepnya sederhana, “Ketuklah pintu maka akan dibukakan. Pintalah maka akan diberi.”
Semangat doa, berjuang keras, dan berserah ikhlas pada Allah, maka pintu anugerah akan dibukakan.
Jadi, ketika kita berbagi kebaikan dan hal positif pada sesama, baik lewat medsos atau perilaku, sesungguhnya kita membersihkan pikiran dan hati ini dari yang jelek dan jahat. Bagi orang lain menjadi tercerahkan. Alam semesta pun makin semarak dan indah.
Bijak bermedsos, merajut bahagia dengan sesama.
…
Mas Redjo
M

