Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ini adalah kasus yang menyedihkan, salah satu kasus terburuk yang saya hadapi.
Jauh lebih baik, bila bayi itu mati saja.”
(Nyonya Keller)
Getirnya Hati, ketika Menerima Kabar Duka
Dalam hidup ini, kita selalu akan menerima aneka kabar, baik atau duka. Sebuah kabar baik, biasanya akan disambut dengan gembira dan hati bahagia. Sebaliknya, kita amat bersedih, jika yang diterima itu justru sebuah kabar paling duka dan menyayat hati.
Reaksi Nyonya Keller
Di antara kita, tentu ada orang yang mengenal tokoh legendaris paling istimewa, Hellen Keller. Siapakah sesungguhnya dia? Mengapa dia akhirnya terkenal di seantero jagad hidup ini?
Di suatu kesempatan, seorang dokter berbicara dengan seorang Ibu muda dari seorang bayi.
“Saya sangat menyesal, Nyonya Keller, tapi Anda harus berjiwa besar. Siapkan diri Anda …”
Dengan mata berkaca-kaca dan bibir yang bergetar, Ibu muda itu berkata, “Jadi, bayi saya tidak sembuh? Dia akan …”
Begitu hancur hati Ibu muda itu, sehingga tidak mampu menyelesaikan kata-katanya. Dokter itu mendahului pertanyaannya, “Tidak, dia tidak akan mati, tapi dia akan buta dan tuli selamanya.”
Tangisan Ibu muda itu sangat menyayat hati, ketika dia mengatakan, “Buta dan tuli selamanya. Oh, Hellenku yang malang, kamu mau jadi apa?”
“Jadi apa, ya,” kata dokter itu bergumam kepada dirinya sendiri, ketika dia meninggalkan ruangan itu.
“Ini adalah kasus yang menyedihkan, salah satu kasus terburuk yang saya hadapi. Jauh lebih baik, bila bayi itu mati saja.”
Selanjutnya, kelak bayi itu dikenal sebagai Hellen Keller, salah seorang manusia yang paling terkenal, berguna, dan bahagia. Karena dengan hanya bergantung pada indera peraba dan penciuman, dia sanggup belajar dengan rajin untuk bisa berbicara dan bahkan menulis.
Bahkan ceritanya menyebar luas, dan dia diundang untuk berbicara kepada berbagai kelompok di seluruh dunia. Dia sanggup pula menyelesaikan sekolah menengah, perguruan tinggi, dan bahkan telah menulis sejumlah buku yang sanggup memotivasi banyak orang di dunia ini.
(Tonne)
1500 Cerita Bermakna, Frank Mihalic SVD
Sebuah Keajaiban yang Mencengangkan Dunia
Sebelum Anda melanjutkan membaca kisah heroik Hellen Keller, saya mau mengajak Anda untuk sejenak merenung, bahwa ‘bagaimana getirnya ruang batin sang Bunda, Nyonya Keller.’ Ternyata Bunda yang malang itu, akhirnya boleh berbangga dan sangat berbahagia, karena kecemerlangan sang Putri yang sebelumnya, justru sama sekali tidak diharapkannya.
Sebuah dunia duka dan gelap memekat, ternyata tidak selamanya akan berujung tragik, bukan? ‘Oh, sang penderitaan yang pada akhirnya, justru dapat melahirkan sebuah kegembiraan!’ Ya, benarlah, bahwa hidup kita ini bagaikan sebuah bola salju yang misterius. Tidaklah selama, sebuah kedukaan akan berujungkan duka pula. Sebaliknya, sebuah kegembiraan pun dapat berakhir tragik, bukan?
Bukankah pula, bahwa sebuah keajaiban itu akan hadir tepat pada saatnya? Selama detak jantung pengharapan ini masih berdenyut kencang, yakinlah, bahwa hidup ini senantiasa akan menawarkan sebuah keajaiban!
Seuntai Sabda Bahagia
“Berbahagialah kamu yang kini menangis dan meratap, karena kamu akan mendapatkan penghiburan!”
Dalam konteks keajaiban ini pula, maka dapat kita konklusikan, bahwa ‘hidup ini akan selalu menghadirkan sebuah kejutan yang mencengangkan.’
Deo Gratias!
Kediri, 17 September 2025

