Sumber kemurahan hati itu dari Allah Bapa.
- Dia memberikan segala hal yang kita butuhkan, rasakan, pikirkan,
dan rindukan. - Dia memberikan segala hal tanpa membedakan: Turunnya hujan dan sinar matahari untuk semua. Orang yang baik dan jahat, orang benar dan tidak benar. Dia tidak pilih kasih.
Sumber kemurahan hati itu dari Tuhan Yesus.
- Dia mengajari kita untuk mempunyai hati yang murah hati seperti Bapa.
- Dia memberikan teladan dan menuntun setiap pribadi untuk mempraktekkan sikap murah hati.
- Dia hadir untuk memberi tanpa membedakan. Di dalam Dia, tidak ada lagi orang Yahudi dan non-Yahudi, laki-laki atau perempuan, budak atau tuan. Yang ada adalah orang-orang merdeka dalam iman dan percaya.
- Dia hadir untuk menyembuhkan, membebaskan, menyelamatkan, dan mengasihi.
Sumber kemurahan hati itu dari Gereja-Nya.
- Gereja ada kumpulan dari orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.
- Gereja meneruskan semangat ajaran cinta kasih dan menampilkan wajah kemurahan hati.
- Di dalam Gereja selalu ada pribadi-pribadi yang bermurah hati.
Memberi tanpa membedakan dan meminta balas. Gereja selalu hadir sebagai Gereja yang Satu, Kudus, Katolik dan Apostolik.
Sumber kemurahan hati itu adalah diri kita.
- Kita telah belajar dari hati Bapa, mengikuti ajaran Tuhan Yesus, meneladan hidup-Nya, dituntun oleh Gereja-Nya dan kita mewujudkannya.
- Kemurahan hati itu selalu indah untuk diwujudkan, karena kemurahan hati diberikan tanpa membedakan, tanpa meminta balas, dan memberi dengan kasih, bahkan memberikan yang terbaik.
- Makin kita bisa bersikap murah hati, berarti kita tahu dan memahami cara mewujudkan iman kita.
Sahabat teruslah bersikap murah hati agar kita memperoleh kebahagiaan sejati di dalam Tuhan Yesus.
…
Rm Petrus Santoso SCJ

