“Menanggapi komentar miring itu tiada guna dan capai sendiri. Lebih bijak kita menghadirkan Surga di tengah keluarga, dan bahagia.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Karena itu saya tidak menanggapi olok-olok teman, bahwa saya takut dengan istri.
Faktanya, mereka menilai dari yang kasat mata. Sedang realita yang sebenarnya, tidak seperti yang disangkakan. Komentar miring yang menunjukkan kualitas diri!
Bagi saya sendiri, hidup di dunia ini tidak untuk ajang pembuktian diri jadi yang terbaik. Tapi dimaknai dengan memberikan yang terbaik untuk keluarga.
Jika saya membatasi diri untuk tidak sering kumpul dengan teman itu juga hal yang wajar, karena saya mempunyai keluarga. Saya tidak bebas seperti masih ‘sorangan wae’.
Saya juga tidak bisa bersenang-senang sendirian. Saya selalu ingat keluarga, dan ingin menghadirkan mereka. Saya tidak mempunyai pikiran, karena yang bekerja, maka saya bisa semau gue.
Jujur, saya membatasi diri srawung dengan teman itu tidak identik saya kurang gaul bagai katak dalam tempurung. Tapi saya sadar diri untuk pandai memilah-milah. Hidup tidak untuk mencari kesenangan pribadi dan egois, tapi demi kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga.
Jika dibilang saya takut istri itu hak mereka yang menilai, saya juga tidak sakit hati. Karena jujur, saya tidak merasa takut atau kalah dengan istri. Faktanya istri sangat menghargai, menghormati, dan memberi kebebasan pada saya.
Jika saya mengalah, karena saya sangat menyayangi dan mengasihi keluarga di atas diri saya sendiri. Keluarga adalah segala-galanya bagi saya.
Berani berumah tangga dan berubah, karena saya ingin menghadirkan Surga dalam keluarga.
“Istri akan jadi seperti pohon anggur yang subur dan anak-anak seperti tunas pohon zaitun” (Mazmur 128: 3).
Hidup bahagia, karena anggota keluarga saling mengasihi!
…
Mas Redjo

