“We take a break, before we break down.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Bermain catur itu tidak hanya bergerak maju, tapi ada saatnya juga bergerak mundur, dan menyamping kanan-kiri.
Begitu pula dengan hidup yang tidak hanya bergerak maju. Karena ada saatnya kita behenti sejenak, kembali melihat masa lalu, berefleksi, memaknai, dan belajar dari pengalaman. Sehingga kita bisa menemukan energi baru, strategi, cara, dan semangat baru untuk melangkah. Ingat, kita tidak bisa selalu bergerak maju, tapi adakalanya kita harus mundur untuk menyusun stategi.
Lakukan dua langkah ini untuk kembali dan belajar dari pengalaman masa lalu:
Pertama: ‘conscious opportunities’. Dalam langkah ini kita sadar, bahwa kita butuh untuk ‘upgrade’ diri, butuh waktu sendiri dan sejenak berhenti. Saat di mana kita bisa berefleksi, mensyukuri keberhasilan, kegagalan, atau kejenuhan.
Semua itu dilakukan dengan sadar guna menentukan prioritas mana dan rencana serta strategi yang diterapkan. Hal yang lebih penting lagi adalah kita mendapatkan energi dan spirit baru untuk kembali maju dengan semangat baru. Sehingga kita tidak mudah bosan dengan rutinitas, sebaliknya kita terhibdar hal yang mejenuhkan itu.
Kedua: ‘crisis opportunity’. Ketika krisis terjadi, kekelaman hidup menghampiri, istirahat sejenak adalah langkah baik sebelum semuanya menjadi parah. Karena krisis itu bisa menjadi peluang yang luar biasa untuk merubah hidup.
Steve jobs, sebelum sukses pernah mengalami di mana Appel terpuruk. Dalam situasi krisis ini ia tidak menyerah. Dia bangkitkan kembali kecintaan pada pekerjaannya. Ia bekerja dalam kesendirian. Di situlah ia menemukan kekuatan baru, cara baru berbisnis, cara kerja yang didasari kecintaan dan relasi yang kuat dengan karyawan dan kolega.
Dalam situasi krisis itulah ia melahirkan PIXAR. Inovasi baru dalam Appel juga diperbaiki dan sampai saat ini Appel berkontribusi luar biasa bagi dunia. Itulah ‘crisis opportunity’.
‘Winning the game not just keep moving and to move backward’. Untuk menjadi pemenang itu tidak hanya melangkah maju, tapi juga melangkah mundur. Hal ini tidak berarti kita lemah dan kalah. Tapi menunjukan kerendahan hati dan keutamaan. Ingatlah ‘moving backward is greatest expression of wisdom’.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

