“Hidup itu berproses, jangan banyak protes.” -Rio, Scj
Hidup ini akan berubah saat kita berhenti mengeluh. Stop mengeluh pada hidup, karena hidup ini tidak pernah salah menempatkan kita. Setiap kegagalan, rasa sakit, keterpurukan, dan kehilangan itu adalah bagian dari latihan jiwa. Proses hidup yang membentuk kita bertumbuh. Bahkan bertumbuh lebih kuat.
Sudah ribuan bahkan jutaan kali keluhan itu terlontar. Entah dengan keadaan, teman, sahabat, kenalan, bahkan dengan Tuhan. Mungkin Tuhan juga sudah muak dengan keluhan kita. Hidup itu berproses agar tidak banyak protes. Sesulit dan sesakit apa pun hidup ini, sadarlah, bahwa Tuhan sedang membentuk kita. Seberat dan seputus asanya kita, Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik untuk kita.
Markus Aurelius pernah berkata, “jika kita tidak menyukai sesuatu ubahlah, jika kita tak bisa mengubahnya ubah cara pandang kita.” Nasihat sederhana ini mengajarkan kita, bahwa selalu ada rahmat tersembunyi dalam setiap situasi dan keadaan hidup kita.
Kurangilah mengeluh, maka dua keutamaan akan kita peroleh:
- Pertama: “low acceptance,” kesadaran untuk menerima dengan lapang dada.
- Kedua: “low adaptance,” kesadaran untuk beradaptasi mencari peluang dalam setiap keadaan. Menerima dan bertanggung jawab atas hidup ini adalah jalan menuju kebebasan sejati. Karena kebebasan sejati dimulai bukan dari keadaan, tapi dari ketenangan batin memaknai dan menjalaninya.
Deo gratias.
Rm RP Rio, Scj

