Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia, siapakah, dari manakah, dan hendak ke manakah engkau?”
(Pertanyaan Abadi)
…
Tiga Buah Kecerdasan
Idealnya, bahwa ketiga buah kecerdasan utama ini, mutlak dimiliki oleh manusia sebagai satu kesatuan utuh.
(1) Kecerdasan IQ (Intellectual Quotient): adalah kecerdasan nalar atau kecedasan intelelek yang dimiliki seorang manusia.
Kecerdasan intelektual ini memampukan manusia untuk dapat berpikir secara logis atau bertajam nalar dalam menganalisis suatu permasalahan hidup.
(2) Kecerdasan EQ (Emotional Quotient): adalah kecerdasan emosi yang dimiliki seorang manusia. Tujuannya agar manusia itu dapat bersimpati, berempati, serta berbelarasa dengan sesama di dalam ranah hidupnya.
(3) Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient): adalah kecerdasan spiritual. Tujuannya agar manusia mampu untuk memahami dan mempertanyakan eksistensi dirinya, bahwa siapakah aku ini sebagai seorang hamba Tuhan. Sehingga ia mampu berelasi intim dengan Sang Penciptanya.
“Spiritual Patologi” atau “Spiritual Emptiness,” yakni “Kekosongan hati nurani.” Atau suatu keberadaan hampa.
Adalah sebuah fakta miris, bahwa di dalam ranah hidup ini, manusia cenderung untuk menajamkan otaknya, namun sering mengabaikan untuk menata dan bahkan mau mempertanyakan eksistensi dirinya.
Demi tujuan itu, manusia perlu digiring untuk menyadari akan keberadaan dirinya sebagai makhluk spiritual.
Maka, gagasan yang jadi sentral dan fokus dari tulisan ini adalah aspek kecedasan spiritual.
Mengapa? Berdasarkan pengalaman hidup, manusia itu sering mengabaikan aspek kecerdasan spiritual ini.
Berdasarkan analisis dan pertimbangan nurani serta spiritual, marilah kita kembali untuk menyadari akan pentingnya menajamkan aspek spiritual ini di dalam diri kita.
Sejatinya kita sedang kembali untuk menata dan mengembalikan sang manusia itu kepada hakikat hidupnya sebagai ciptaan yang berspiritual.
โSang manusia adalah aku yang bernalar, berasa, dan berspiritual!โ
…
Kediri, 25ย Septemberย 2024

