Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.”
(Fransiskus dari Asisi)
Damai itu Kerinduan Universal
“Perdamaian itu adalah sebuah kerinduan teragung yang tersimpan rapat erat di dalam sanubari seluruh umat manusia dari semua bangsa di dunia.”
Sungguh, tidak seorang pun yang menghendaki adanya api peperangan, itulah khasanah termulia yang tersemat indah di dalam lubuk hati umat manusia universal.
Merpati Perdamaian
Pernahkah Anda melihat sebuah gambar “seekor burung merpati yang sedang membawa seranting zaitun?” Merpati itu bebas terbang tanpa sekat pembatas geografis, suku, agama, budaya, status sosial, dan bangsa.
Dengan bebas ia membawa ranting zaitun sebagai simbol, bahwa perdamaian itu adalah universal. Demikian, Pius Pandor, CP dalam bukunya ‘Ex Latina Claritas” (Dari Bahasa Latin Muncul Perdamaian).
Dimensi Perdamaian
“Perdamaian adalah apa yang dirindukan oleh setiap orang,” demikian Santo Agustinus dalam De Civitate Dei, XIX, 12.
Selanjutnya Pujangga agung Gereja ini telah membagi perdamaian ke dalam tiga dimensi:
- Dimensi Personal: yaitu bagaimanakah seseorang itu berdamai dengan diri personalnya.
- Dimensi Sosial: yaitu bagaimana seseorang itu dapat berdamai dengan sesama, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.
- Dimensi Teologal: yakni bagaimana seseorang itu sanggup berdamai dengan Allah.
(Ex Latina Claritas)
Pax et Bonum
Adagium “Pax et Bonum” (Damai dan Kebaikan) adalah konsep Perdamaian dari Santo Fransiskus dari Asisi. Baginya, konsep damai itu tidak pernah dapat dipisahkan dengan konsep kebaikan. Bahkan baginya, kedua konsep itu sungguh, tak dapat dipisahkan. Bukankah ‘kebaikan itu adalah buah paling ranum dari suatu keadaan damai?’
Bagaimana mungkin ada kebaikan, di dalam sebuah kancah api peperangan yang sedang berkobar? Jadi, sesungguhnya, ‘damai dan kebaikan’ itu, ibarat sekeping mata uang koin yang memiliki dua buah sisi: yakni ‘sebab – akibat.’
Doa dan Perdamaian
Semoga dambaan Sri Paus Yohanes Paulus II, bahwa “Doa adalah senjata yang ampuh dalam hati sanubari manusia, agar mampu menghancurkan tembok yang merintangi kasih Allah dan mengisi lubang-lubang kebencian, kecurigaan, dan sikap penolakan yang sering menyebabkan pemisahan di antara sesama manusia dalam masyarakat itu dapat diwujudnyatakan lewat tindakan kita.
Pentingnya Aneka Forum Keagamaan
Dan semoga Forum Gerakan Doa Bersama (GDB), Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB), serta forum-forum sejenisnya itu jadi wadah yang tepat untuk memupuk dan meningkatkan perdamaian.
(Ex Latina Claritas)
Doa ‘Perdamaian’ Santo Fransiskus Asisi
Tuhan, jadikan aku pembawa damai
bila terjadi kebencian; jadikan aku pembawa cinta kasih;
bila terjadi perselisihan, jadikan aku pembawa kerukunan;
Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur, daripada dihibur,
memahami, daripada dipahami;
sebab dengan memberi aku menerima,
dengan pengampuni, aku diampuni.
Sebab dengan mati suci kami bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya. Amin.
“Opus Solidaritatis Pax”
(Perdamaian: Buah Solidaritas)
Kediri, 24 Juli 2025

