Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Arti kehidupan sebenarnya adalah, bagaimana Anda menghadapi kesulitan.”
(Diana Dede Brooks)
…
| Red-Joss.com | Siapakah sosok perkasa yang Anda kenal dan sungguh Anda kagumi itu? Apakah sosok itu seorang ayah, ibu, kakek atau nenekmu? Ataukah gurumu, seorang agamawan, polisi, atau seniman?
Semua jawaban itu akan kembali kepada Anda, karena Anda telah sungguh mengenalinya.
Betapa hati kita berbangga atau pun mungkin terharu atas ketulusan serta kesetiaannya berjuang demi menuntaskan sebuah problem kehidupan.
Semua itu, dapat dimulai dari dalam dapur keluarga, di tempat kerjamu, hingga ke istana raja atau pun presiden.
Saya akhirnya, teringat akan keperkasaan sang mantan presiden ke -16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln. Beliau pun dijuluki sebagai si rendah hati, si juru damai, si pengampun, dan bahkan si arif.
Ternyata, aneka julukan itu disemat ke dada tulusnya, justru karena dia mampu mendamaikan semua perbedaan. Dia pun, sudi mengampuni serta merangkul erat para musuh, lawan politiknya dengan cara teramat mulia, mengampuni.
Florence G. Joyner berkata, “Saya senantiasa berdoa dengan sungguh-sungguh dan bekerja dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya, biarlah Tuhan yang menentukan.”
Saudara, untuk dapat menjadi sosok perkasa itu bukan perkara mudah. Melainkan, lewat proses pembentukannya. Dimulai dari dalam diri seseorang sejak dini di dalam sebuah keluarga. Kemudian, lewat bangku sekolah dan kuliah, dan selanjutnya di tempat kerja di dalam masyarakat.
Sosok pribadi sang perkasa itu, bukan diturunkan dari atas gemawan berarak atau titisan dewa imajinasi. Tidak! Tetapi, sosok itu ternyata, dibentuk dan berproses.
Saudaraku, hidup dan perjuangan di bumi ini, adalah santapan lezat harian bagi sang hidup.
Selalu saja, ada aneka permasalahan hidup yang datang dan bahkan dengan berani menepuk manja bahu kesadaran kita.
Bahkan, juga dengan garang dia akan mencerca kita di hadapan umum. Sudikah, Anda berlari untuk bersembunyi?
Anda dan saya jangan berusaha untuk berlari menghindar. Melainkan, hadapi dengan kepada dingin. Upayakan, membudayakan diri untuk selalu mencari cara serta jalan terbaik demi menemukan sebuah solusi. Itulah cara ajaib yang dilakukan sang sosok perkasa.
Anda dan saya jangan pernah mau berimajinasi untuk menghentikan gairah gelora hempasan gelombang kehidupan. Hindari sikap cengeng dan keluhan panjang itu.
Bukankah hidup itu sebuah fakta dengan gigi gerigi menantang? Hadapi dengan kepala menengadah angkasa, sambil bibir ini tersenyum manis.
Ya, saudaraku, dengan perlahan, namun pasti, sang kemenangan itu akan menghampirimu, dan memeluk erat dirimu. Dia sungguh mengagumi ‘modus operandi’ atau cara bekerjamu yang bijaksana dalam menuntaskan problem hidup ini.
“Mari, jadilah sosok pribadi pejuang perkasa, dengan tanpa pedang berdarah di tanganmu!”
Dan Andalah orangnya!
…
Kediri,ย 25ย Aprilย 2023

