Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
… Sang pemenang tidak “sakit” melihat ke belakang, dan “tidak takut” melihat ke depan …
… Sang pemenang belajar dari kesalahan di masa lalu dan selalu memberikan hal-hal yang semakin baik di masa selanjutnya …
… Sang pemenang tidak meninggalkan pribadi-pribadi yang pernah berjuang bersamanya dan terus mendorong pribadi-pribadi yang berjuang untuk bersama menjadi pemenang …
… Sang pemenang tetap mendatangi kepada yang pernah dikalahkannya dan membuktikan, bahwa saat dia bisa mengalahkan berarti dia bisa memimpin siapa saja, termasuk yang pernah dikalahkannya …
… Sang pemenang akan membangkitkan semangat untuk siapa saja yang dipimpinnya. Ketika yang dipunyai adalah seorang pemenang yang berkualitas, maka sikap optimis tumbuh di sanubari siapa pun …
… Hebat! Ketika setiap pribadi punya sikap yang optimis. Sikap optimis adalah sikap dasar yang dimiliki oleh seorang pemenang …
… Kamu adalah seorang pemenang. Lihat, sikap optimismu tampak dari sapa dan senyummu. Sikap optimismu terlihat dari gerak dan tingkah-lakumu. Sikap optimismu kelihatan dari kata-kata dan sikapmu. Sikap optimismu memberikan pengaruh kepada setiap orang yang bersamamu, sehingga mereka penuh semangat untuk maju …
… Kamu memang pernah menjadi masa lalu. Tapi, sekarang, dirimu adalah seorang yang baru. Baru karena kamu mau menjadi penentu. Kamu menjadi pemain utama yang tidak pernah tergantikan. Ibarat seorang pemain sepak bola, dirimu adalah seorang penyerang yang menjadi target utama dikirim bolanya dan harus membuat gol ke gawang. Pasti, berkali-kali dirimu menendang ke arah gawang. Jika dirimu berlari dan terus mencari peluang, maka akan terciptalah gol kemenangan. Lalu setiap orang akan bercerita dan mengenangmu sebagai seorang pahlawan …
… Aku dan kamu, saat ini sedang melangkah sebagai seorang pemenang. Tapi ingat, seorang pemenang harus sadar siapa yang akan memberikan hadiah. Hadiah itu akan diberikan oleh Sang Pemberi Kehidupan. Berarti, yang utama adalah kamu harus menjadi pemenang dihadapan Tuhan. Bagaimana? Tetap optimis bisa menjadi pemenang dihadapan Tuhan? Siramilah sikap optimismu! Kujabat tanganmu sahabat, karena dirimu telah menjadi pemenang. Mari kita saling berjabat tangan dan merayakannya bersama-sama, karena ternyata, kita sama-sama menjadi seorang pemenang. Horee…!
Rm. Petrus Santoso SCJ

