Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Bongkahan batu raksasa itu adalah penghalang bola-bola mata sadarmu untuk memandang sebuah kebenaran sejati.”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Setiap pribadi manusia, sejatinya bagai sedang terseok-seok terbebani memikul sebuah batu raksasa di atas bahunya.
Sesungguhnya, batu raksasa itu adalah penghalang terbesar kemajuan hidup kita secara lahir batin.
Apakah batu raksasa itu? Itulah sebuah batu besar yang selalu manusia pikulkan ke atas bahu hidupnya.
Batu raksasa itu, dapat berupa kerikil tajam kepahitan hidup di masa lalu kita.
Atau juga berupa kerikil tajam berupa perasaan minder dan tekanan hidup di masa muda kita.
Atau mungkin juga kerikil tajam berupa sakitnya perasaan ditolak, terbuang, serta ditinggalkan oleh sesama.
Berat dan sakitnya kerikil-kerikil hidup itu, ternyata masih ada, dan bahkan terus hidup seiring pertumbuhan hidup kita.
Dia ternyata telah turut bertumbuh dan bahkan kian memberatkan langkah-langkah kaki gerak hidup ini.
Itulah sang batu raksasa, si rabun, penghalang mata sadar kita demi bertumbuhnya kepribadian dan jati diri positif kita.
Kini, tugas utama kita adalah sebagai sebuah misi suci panggilan hidup: berupaya keras secara rohani spiritual untuk menyingkirkan sang batu raksasa itu.
Bahkan batu itu telah turut menghimpit dan mengerdilkan titik-titik kesadaran, sehingga kita hanya mampu berdiri terpaku kaku di dalam kubangan lumpur kekerdilan diri.
Sekarang telah tiba kesempatan emas untuk kita berani dan tegas menyingkirkan batu raksasa penghalang hidup itu untuk jadi pemenang kehidupan.
…
Kediri,ย 3ย Aprilย 2024

