“Vita est brevis.” – nn.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu singkat. Hidup itu pendek, dan sementara. Cantik, ganteng, terkenal, sukses, dan kaya itu juga sementara.
Roda kehidupan terus berputar. Kadang di atas penuh sukacita dan kebahagiaan. Kadang di tengah, mengalir begitu saja. Kadang di bawah, penuh kepahitan, penderitaan, kesusahan, beban, dan persoalan.
“We don’t know when we will die.” Kita tidak tahu kapan Tuhan memanggil kita. Yang bisa kita buat adalah berjaga-jaga sambil berdoa. Saat Tuhan memanggil, kita didapatinya siap. Tuhan sudah teramat baik pada kita. Syukuri dan berterima kasihlah.
Hidup ini tidak soal lamanya, tapi apakah hidup kita bermakna dan berguna. Jadilah ramah dan tidak pelit. Saat hati dan kita ikhlas berbagi, Tuhan tidak hanya menambahkan rezeki, tapi ada damai dan sukacita di hati. Saat hidup dan kita ramah, tidak hanya anugerah yang terus ditambah, tapi juga hidup yang penuh berkah.
“Be humble because it adds value to your life.” Jadilah rendah hati. Karena rendah hati adalah jalan menjadikan hidup suci.
Santo Agustinus pernah mengatakan, ada tiga jalan menuju kesempurnaan: “a humble heart, a humble heart, and a huble heart.”
“Be faithful and holliness.” Jadilah beriman dan kudus. Saat jalan hidup ini terasa gelap dan tak pasti. Iman ini jadi tumpuan. Saat hati dikotori dosa dan kesalahan, tangan Tuhan yang menyucikan. Tetaplah kuat dalam iman.
“Be good persons.” Jadilah baik, meski keadaan tidak baik atau belum baik. Tetaplah berbuat baik, meski kebaikan tidak dibalas dengan sesuatu yang baik. Taburkan kebaikan, meski hinaan, nyinyiran, fitnahan, bulyan, dan penghianatan datang. Karena kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan dan keburukan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

