Pagi ini kulihat lagi. ‘Bus way’ berhenti sejenak di depan (RS), membuka dan menutup pintu, lalu langsung pergi, meski tidak ada yang naik atau turun. Mitos? Bukan!
Sopir dan awak bus percaya, bahwa berhenti sejenak di depan RS adalah tanda hormat untuk mereka yang meninggal.
Tindakan itu dimaknai juga sebagai kesempatan berdoa bagi pasien yang dirawat di RS dan keluarganya.
Meski tidak wajib, tapi solidaritas awak bus itu sangat luhur dan layak untuk diteladani.
Seperti halnya awak bus, berpaling sejenak ke RS untuk berdoa. Lebih layak lagi, jika kita tidak hanya berpaling, tetapi singgah juga di RS (Rumah Sehat) kita, yakni Lingkungan, untuk berdoa bersama. Singgahlah!
Salam sehati.
Jlitheng

