Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Kenalilah dirimu sendiri”
“Sungguh, betapa naif dan malu, jika Anda di suatu saat, dicap sebagai pribadi yang tidak tahu diri.”
(Amanat Kearifan Hidup)
…
| Red-Joss.com | Jika Anda, pada suatu saat, sempat bertandang ke negeri impian, Yunani; mohon, jangan lupa mengunjungi Kuil Apollo di Delphi. Mengapa?
Di sana, Anda akan menemukan sebuah kalimat tertulis, “Nosce Te Ipsum” (Kenalilah Dirimu Sendiri).
Kalimat ini adalah kalimat terjemahan Latin dari kalimat berbahasa Yunani, “Gnothi Seauton”
(Kenalilah Dirimu Sendiri)
Mengapa Anda dan saya mutlak untuk mengenali diri ini? Karena, bukankah, sikap mengenal diri alias ‘tahu diri’ itu adalah sebuah gerbang menuju sikap kebijaksanaan?
Sang kebijaksanaan telah mengajarkan kita, bahwa manusia itu mutlak perlu mengenal dirinya, agar dia dapat bersikap bijaksana.
Sikap ‘tahu diri’, adalah sifat manusia yang menyadari sepenuhnya hakikat hidup dan kehidupan di dunia maya ini, serta menyadari pula, akan adanya kehidupan di akhirat nanti.
Di dalam realitas hidup ini, manusia pun sungguh menyadari akan eksistensi dirinya.
“Siapakah aku ini, dari mana asalku, mengapa aku hidup di dunia ini, dan ke mana aku kelak akan berlangkah?”
Untuk itu, sungguh betapa penting dan mendasarnya sikap tahu diri itu.
Ternyata, tidak sedikit permasalahan hidup yang dialami manusia, sebagai dampak dari sikap tidak tahu diri.
Sikap keangkuhan, keras kepala, sikap masa bodoh, kerakusan, juga tindakan monopoli, serta sewenang-wenang merupakan buah-buah paling ranum sebagai ekspresi sikap liar nanar dari pribadi yang tidak tahu diri itu.
Maka, mari kita terus belajar untuk hidup sadar dan tahu diri agar tidak terjerembab ke dalam kubangan ketidaktahuan diri.
…
Kediri, 6 Februari 2024

