Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ.
| Red-Joss.com | Yang perlu dihindari: sikap yang suka menghakimi. Yang perlu ditingkatkan: sikap bermurah hati. Ini adalah sisi buruk dan sisi baik yang ada dalam diri kita.
Yang perlu dihindari itu sikap yang suka menghakimi. Suka menghakimi = Bermulut kotor. Mengapa?
Sikap yang suka menghakimi ini telah menjadi virus dan menjalar ke mana-mana dan telah menjadi tontonan publik di tengah kehidupan kita.
Sikap suka menghakimi ini hidup dalam setiap pribadi dan siap membakar dan menghanguskan siapa pun yang tidak berkenan di hati.
Sikap ini telah menjadi ‘benteng pertahanan diri’ yang ampuh untuk membela diri dari segala tuduhan-tuduhan yang menyangkut dirinya.
Sikap ini menjadi hidangan yang lezat dan minuman yang menyegarkan di mulut yang kotor. Karena ia banyak meninggikan dirinya, tapi merendahkan yang dihakimi.
Misalnya yang sering terjadi, saat kita ngobrol: yang dibicarakan adalah hal-hal buruk tentang orang lain dan suka membanggakan serta membenarkan diri (padahal pada saat yang sama, keburukan-keburukan kita sedang dibicarakan oleh orang lain, di tempat yang lain. Orang yang keburukannya sedang kita ceritakan itu, ternyata sedang menceritakan keburukan-keburukan kita pula dan pada saat yang sama sedang membanggakan dirinya. Intinya: tidak ada orang yang suka dihakimi!).
Memang perlu diubah cara kita duduk bersama saat berkomunikasi atau ngobrol santai.
Sikap ini menarik untuk diobrolkan dalam segala situasi dan kondisi, karena selalu menceritakan keburukan-keburukan orang lain secara berulang-ulang.
Sikap ini tumbuh dalam diri, baik yang berjubah maupun tidak berjubah. Karena mereka semua adalah pribadi-pribadi yang terus ‘mencari pencarian diri’. Hal ini juga tidak akan pernah selesai.
Banyak yang menjadi korban, karena sikap yang suka menghakimi ini.
Bahaya benar-benar berbahaya sikap yang suka menghakimi ini, karena bisa membakar dan menghanguskan siapa pun. Saran baiknya: Harus dihindari. Bersihkan mulut kita yang kotor dari sikap yang suka menghakimi ini. Sebaliknya, yang perlu ditingkatkan adalah sikap yang murah hati.
Sikap ini merujuk kepada sikap Bapa di surga yang sempurna adanya. Sikap ini harus menjadi semangat dari setiap murid-murid Tuhan Yesus untuk mengembangkan ajaran cinta kasih.
Setiap kali kita bermurah hati kepada yang lain, maka pada saat itu juga kita betul-betul menghadirkan cinta Tuhan. Pasti yang menerimanya, yaitu yang merasakan uluran kemurahan hati kita, akan mengalami damai sejahtera yang luar biasa.
Jangan ragu untuk bersikap murah hati, karena ini akan disirami oleh yang lain dan akan mempercantik diri kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus. Supaya mulut kita yang kotor, dibersihkan dan menjadi mulut yang bersih. Sehingga kita layak dan pantas untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
Selalu hindari sikap yang suka menghakimi itu. Tapi terus bagikan sikap yang murah hati. Hidup untuk mengasihi.
Rm. Petrus Santoso SCJ.

