Keluhan Yesus menunjukkan, bahwa banyak orang tidak merespon dengan tepat karya dan pesan yang dibawa, baik yang dibawa oleh Yohanes Pembaptis maupun yang dibawa oleh Yesus sendiri. Yohanes Pembaptis yang hidup dalam kesederhanaan dan penyangkalan diri, dianggap kerasukan setan. Sementara Yesus, yang menghadiri pesta dan makan bersama pemungut cukai serta orang berdosa, dikritik sebagai pemabuk dan sahabat para pendosa.
Kita sering kali menolak pesan-pesan rohani yang tidak sesuai dengan harapan atau prakonsepsi kita. Padahal, kita sebenarnya diajak untuk merenungkan sikap hati terhadap pesan-pesan rohani tersebut. Kita cenderung menginginkan pesan yang tidak mengganggu zona nyaman kita atau yang sesuai dengan yang kita anggap benar.
Kita diundang untuk menyadari pentingnya keterbukaan dan kerendahan hati dalam menerima kebenaran. Kebenaran yang datang dari Tuhan sering kali menuntut kita untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi kenyataan diri kita yang sebenarnya, yang bisa saja jauh berbeda dari apa yang kita yakini atau kita harapkan.
Ya, Tuhan, berilah kami keterbukaan hati untuk menanggapi pesan dan undangan-Mu, teristimewa, ketika segala kenyamanan dan kesenangan itu membuat kami terlena dan enggan berubah.
…
Ziarah Batin

