| Red-Joss.com | Tetangga…? Jika didengarkan itu sungguh melelahkan, karena tidak pernah berhenti menyalahkan. Jika ditanggapi bakal menambah kesulitan, sebab yang bersangkutan terus berpikir, bahwa kita yang salah. Lalu kita pilih mana: mendengarkan atau membiarkan?
Orangtua…? Jika didengarkan sungguh membingungkan, kadang masuk akal, tapi banyak juga yang tidak masuk akal. Jika ditanggapi akan menimbulkan perbedaan, sebab yang bersangkutan terus berpikir, bahwa kita tidak patuh. Lalu kita pilih mana: mendengarkan atau membiarkan?
Sahabat…? Jika didengarkan sungguh mengelisahkan. Kadang ada yang betul, tapi banyak juga yang salah. Jika ditanggapi bakal menimbulkan kebingungan, sebab yang bersangkutan terus berpikir, bahwa kita tidak akrab lagi. Lalu kita pilih mana: mendengarkan atau membiarkan?
Diri sendiri…? Jika didengarkan sungguh melatih kesadaran sendiri, karena banyak hal yang kita ketahui. Jika diolah kesadaran ini, maka kita bisa membedakan, apa yang salah dan apa yang benar. Lalu kita pilih mana: mendengarkan atau membiarkan?
Tuhan…? Jika didengarkan sungguh melatih kepekaan kita. Sebab yang dikatakan oleh Tuhan selalu benar. Jika diolah kepekaan ini, bakal menuntun kita menuju hidup yang benar. Lalu kita pilih mana: mendengarkan atau membiarkan?
Begitulah dengan hidup ini. Kita pernah bersalah, tapi kita harus bisa menemukan sumbernya dan bagaimana caranya untuk memperbaiki diri ini agar kita tidak jatuh pada kesalahan dan dipersalahkan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

