Oleh: Peter Suriadi
Sepanjang sejarah Gereja Katolik, para Paus telah dipilih dari berbagai usia, bahkan pada usia 20 tahun.
Menurut I. Media, dalam beberapa abad terakhir, sebagian besar Paus berusia 60-an saat mereka terpilih.
Sejak tahun 1800, usia rata-rata seorang Paus saat terpilih mendekati 66 tahun.
Tiga Paus tertua yang muncul dari Kapel Sistina setelah putaran akhir pemungutan suara adalah Benediktus XVI (78), Fransiskus (76), dan Yohanes XXIII (76).
Pius IX, yang terpilih pada tahun 1846, adalah yang termuda (54). Yohanes Paulus II berusia 58 tahun saat ia terpilih menjadi Paus.
Namun, beberapa Paus dipilih saat mereka sudah jauh lebih tua. Bahkan beberapa Paus dipilih saat berusia 80-an dan setidaknya satu Paus dipilih saat berusia 90 tahun.
Paus Bonifasius VI
Hanya sedikit yang mengingat Paus Bonifasius VI. Ada beberapa alasan yang jadi penyebabnya. Pertama-tama, ia jadi Paus Gereja Katolik ke-112 pada tahun 896.
Kedua, masa kepausannya merupakan salah satu yang terpendek, hanya berlangsung selama 15 hari. Hal ini mungkin disebabkan oleh usianya yang sudah tua, karena ia terpilih pada usia 90 tahun.
Catholic Encyclopedia memberikan ringkasan singkat tentang masa kepausannya: “Seorang Romawi, yang dipilih pada tahun 896 oleh faksi Romawi dalam pergolakan rakyat, untuk menggantikan Formosus. Ia dua kali dijatuhi hukuman pembatalan tahbisan, sebagai subdiakon dan Imam. Dalam Konsili Roma, yang diadakan oleh Yohanes IX pada tahun 898, pemilihannya dinyatakan batal. Setelah menjabat selama lima belas hari, beberapa orang mengatakan, bahwa ia meninggal, karena asam urat. Sementara yang lain mengatakan, bahwa ia diusir secara paksa untuk memberi jalan bagi Stefanus VI, kandidat dari partai Spoleto.”
Ia tidak dikenal, karena tidak melakukan reformasi besar-besaran dan tidak dianggap sebagai orang kudus oleh Gereja Katolik.
Meskipun beberapa pihak mengklaim, bahwa imamatnya telah dicopot sebelum jadi paus, ia masih terdaftar sebagai penerus Santo Petrus dalam daftar resmi Vatikan.
Kepausan terpendek yang pernah tercatat adalah Paus Urbanus VII. Kepausannya hanya berlangsung selama 13 hari, yang berarti 2 hari lebih pendek dari masa jabatan Paus Bonifasius VI.
Meskipun kepausannya aneh, Gereja tetap berpendapat, bahwa Roh Kudus telah melindungi Gereja dari kesalahan resmi apa pun dan, bahwa suksesi kepemimpinan Gereja Katolik sejak Santo Petrus tidak pernah terputus. Sebuah contoh lain tentang bagaimana cara Allah bukan cara kita dan, bahwa Ia bahkan dapat menggunakan kegagalan yang kasat mata untuk makin memuliakan-Nya.
…
Bogor, 25 April 2025
Bapak Peter Suriadi

