oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Manusia, siapakah engkau?”
(Pertanyaan Abadi)
…
Manusia Mahkota dari segala Ciptaan
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang termulia. Ia sebagai (mahkota) dari semua makhluk ciptaan. Di sisi yang lain, ia pun sebagai makhluk sosial dan individual yang tentangnya paling ramai diperbincangkan.
Lewat tulisan yang berjudul, “Siapakah Saya dan Anda?” Mari, dicermati, “Siapakah sejatinya makhluk manusia itu, ditinjau dari aneka kecerdasannya.
Antara: IQ, EQ, dan SQ
Tak pelak, bahwa ketiga kecerdasan (IQ, EQ, SQ) yang bercokol di dalam diri seorang manusia itu justru sangat berpengaruh dan berdampak sosial, psikologis, dan spiritual.
Lima Tipe Manusia
Berdasarkan keberadaan dan kecerdasaan (IQ, EQ, dan SQ), maka manusia dapat dikategorikan ke dalam “lima tipe.”
- (1) Tipe Paripurna: adalah tipe yang paling ideal bagi seorang manusia. Mengapa?
Tipe ini memiliki kecerdasan yang sangat tinggi berdasarkan IQ, EQ, dan SQ. Artinya: kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritualnya tergolong sangat tinggi.
Hal ini berdampak sangat positif bagi dirinya. Maka, dia berotak sangat cerdas, bisa bersikap empati, dan memiliki nurani.
(2) Tipe Lugu / Polos: artinya pribadi ini tampil secara lugu alias polos di dalam dinamika hidupnya.
Kecerdasan inteleknya (IQ) memang rendah, tapi kecerdasan emosi (EQ) dan spiritualnya (SQ) sangat tinggi.
Secara intelektual dia memang tidak cerdas, tapi ia bisa berempati dan memiliki nurani.
(3) Tipe Kaku: artinya penampilan hidupnya terkesan sangat kaku alias tidak luwes.
Kecerdasan intelektualnya (IQ) sangat tinggi, kecerdasan emosinya (EQ) rendah, dan kecerdasan spiritualnya (SQ) justru tinggi.
Maka, otaknya pun sangat cerdas, tapi ia tidak bisa berempati, dan tidak mampu untuk berbasa-basi. Maka, penampilan hidupnya terkesan sangat kaku.
(4) Tipe Mafia: artinya tipe ini dianggap sangat berbahaya dalam dinamika kehidupannya.
Ia secara intelektual (IQ) sangat tinggi, juga kecerdasan emosinya (EQ) tinggi. Namun, kecerdasan spiritualnya (SQ) ternyata rendah.
Maka, dia tampil sangat cerdas, juga bisa berempati dan berbasa-basi. Namun, ia tidak bernurani.
Bukankah dia dapat digolongkan sebagai pribadi bertipe mafia?
(5) Tipe Dablek / Tolol: artinya di dalam dinamika hidupnya, pribadi ini secara intelektual, emosional, dan spiritual tergolong sangat lemah.
Karena kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritualnya (SQ) memang sangat rendah.
Hal ini sangat berdampak di dalam dinamika kehidupannya.
Maka, ia pun tidak cerdas, tidak bisa berempati, dan bahkan juga tidak bernurani.
(Dari Aneka Sumber)
Setelah mencermati dengan saksama kelima tipe manusia itu, maka apa yang dapat kita simpulkan?
Apakah kita akan menganggap, bahwa Tuhan sungguh tidak adil ataukah sangat adil? Mengapa justru yang ada dan terjadi koq seperti ini?
Fakta Riil Kehidupan
Fakta riil telah membuktikan, bahwa inilah kelima tipe manusia yang ada, hidup, dan hadir di atas realitas hidup ini.
Apa pun yang sudah terjadi, yang kini sedang terjadi, dan bahkan yang akan terjadi toh kehidupan ini sudah dan akan tetap berlangsung.
Maka,
- hiduplah secara baik dan benar.
- hiduplah dengan saling memahami.
- hiduplah dengan rendah hati.
- hiduplah dengan damai di dalam aneka perbedaan.
- hindarilah sikap kesombongan dan sikap tinggi hati.
Konklusi
Selebihnya, sadarilah, bahwa Anda dan saya memiliki tipe yang mana?
Bukankah perbedaan itu adalah rahmat?
…
Kediri, 12 Desember 2024

