Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
[Red-Joss.com] Aneh bin ajaib! Justru di zaman milenial, yang dirajai oleh kecanggihan kecerdasan buatan (AI), sang super canggih ini orang-orang justru selalu mengeluh, mereka tak punya waktu!
Di zaman keemasan generasi Z, yang sangat mendewakan kecanggihan teknologi, kita, manusia, si makhluk paling ajaib ini justru tak memiliki waktu.
Suatu hari, di sebuah kota kecil di provinsi Saar, Jerman, seorang Ibu tua melintasi zebra cross dan berdiri menanti jalan lebih lengang untuk menyeberang.
Sebuah truk besar berhenti untuk membiarkan sang Ibu menyeberang. Saat itu, seorang sopir truk melambaikan tangan kepada Ibu itu.
Sang Ibu pun membalas melambaikan tangan sambil berkata, “Terima kasih. Anda sangat baik. Tapi, saya punya banyak waktu dan tidak akan tergesa-gesa.”
Truk itu pun berhenti. Sang sopir turun dan mendekati si Ibu. Dia pun mengulurkan tangan dan berkata, “Saya hanya ingin melihat dari dekat orang yang punya waktu di dunia ini, hari ini, dan di zaman ini.”
(Bert Balling)
Hari ini, di sini, kita ternyata selalu ketiadaan waktu. Kita selalu tidak ada waktu untuk kepentingan sesama. Hal ini akan berlangsung hingga kapan?
Adegan paling interisan yang terjadi di negeri Jerman itu, ternyata telah menyentak hati kita. Angan-angan hati kita sering terbuai empuk kasur alias tertidur pulas.
Kini, kita seolah terjaga. Kita tersentak dan tercengang akan keluhuran hati sang Ibu yang renta serta sang sopir truk itu.
Ternyata di tengah jalan yang super sibuk, tepatnya di lintasan zebra cross itu, kita masih sempat menjumpai keagungan dari misteri ketulusan serta kepedulian itu.
Mengapa kita mengeluh tidak mempunyai waktu? Tidak mempunyai kesempatan untuk bersosialisasi dengan sesama yang sangat membutuhkan senyuman? Alangkah kerontang dan merana suasana hidup kita ini.
Semua itu justru bermula dari dalam hati kita. Di manakah jati diri kita, sebagai makhluk sosial?
Sesungguhnya kita beruntung, karena Tuhan selalu mempunyai waktu untuk kita.
“Ketahuilah, Aku menyertaimu hingga akhir zaman!” (Matius 28: 20)
Kediri, 1 Agustus 2023

