Oleh: Peter Suriadi
Paus Fransiskus meminta agar setelah wafatnya ia dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Basilika ini sangat disayanginya. Namun, Paus Fransiskus bukan satu-satunya Paus yang dimakamkan di luar Negara Kota Vatikan.
Dalam sejarah Gereja Katolik, ada 266 Paus, dan hanya sekitar 30 di antaranya yang dimakamkan di luar Roma.
Sekitar 90 orang Paus dimakamkan di Basilika Santo Petrus (21 orang di grotto Vatikan), 22 orang di Basilika Santo Yohanes Lateran, 7 orang di Basilika Santa Maria Maggiore, 5 orang di Basilika Santa Maria dari Minerva, 5 orang di Gereja Laurensius di Luar Tembok, 3 orang di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, dan 1 orang di Basilika Dua Belas Rasul Suci.
Berbagai faktor berperan dalam menentukan tempat pemakaman. Lokasi yang dipilih bisa berupa Basilika yang sangat disukai mendiang Paus atau tempat yang secara simbolis penting.
Pastor Roberto Regoli, direktur Departemen Sejarah Gereja di Universitas Kepausan Gregorian, menekankan, bahwa “tradisi memakamkan Paus di Basilika Santo Petrus tidak ada sejak awal kekristenan. Kita tidak tahu apa pun tentang pemakaman pada dua abad pertama.”
Regoli mengemukakan, bahwa “para Paus pertama hingga abad kelima dimakamkan di Katakombe atau beberapa monumen permukaan. Leo Agung adalah Paus pertama yang dimakamkan di Basilika Santo Petrus. Sejak rentang waktu tersebut, kita melihat pemakaman tersebar di seluruh Gereja di Roma, dan kemudian sejak akhir abad ke-5 hingga abad ke-10, sebagian besar pemakaman dilakukan di Basilika Santo Petrus.”
Siapakah Paus yang tidak dimakamkan di Vatikan?
Beberapa Paus telah memilih Basilika Roma sebagai tempat pemakaman mereka. Atas keinginannya, Leo XIII adalah Paus terakhir yang dimakamkan di Basilika Santo Yohanes Lateran pada tahun 1903. Paus Fransiskus juga telah meminta agar makamnya berada di Basilika lain — Basilika Santa Maria Maggiore.
Paus Fransiskus memilih Basilika Santa Maria Maggiore, karena ia memiliki hubungan khusus dengan Basilika tersebut. Ia berdoa di hadapan ikon “Salus Populi Romani” sebelum dan sesudah setiap perjalanan apostoliknya. Ia pergi ke sana pada hari pertama kepausannya. Paus Fransiskus — seorang Yesuit — terikat dengan basilika ini karena di sanalah Santo Ignatius dari Loyola, pendiri ordo Yesuit, merayakan Misa pertamanya.
Namun, Paus Fransiskus bukan Paus pertama yang dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore. Basilika ini berisi makam Honorius III, Nicholas IV, Santo Pius V, Sixtus V, Paul V, Klemen VIII, dan Klemen IX.
Tradisi memakamkan Paus di Basilika Santo Petrus sudah ada sejak abad keempat. Grotro Vatikan dan Basilika Santo Petrus menyimpan jenazah 90 paus.
Basilika Santo Yohanes Lateran adalah Katedral Paus. Tidak mengherankan jika banyak Paus ingin dimakamkan di sana. Seperti yang telah disebutkan, Paus terakhir yang dimakamkan di sana adalah Leo XIII pada tahun 1903, tetapi ia bukan satu-satunya. Basilika ini menyimpan jenazah 22 Paus.
Jenazah dua Paus dimakamkan di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok — Felix III dan Yohanes XIII — sementara Yohanes XVIII meninggal pada tahun 1009 di biara Basilika tersebut.
Gereja Santo Laurensius di Luar Tembok adalah Basilika yang dibangun di atas sisa-sisa jenazah diakon Laurensius. Beato Pius IX sangat dekat dengan basilika ini dan dimakamkan di sana. Empat paus lainnya juga dimakamkan di Basilika ini, hampir semuanya berasal dari abad kelima.
Lima Paus, termasuk dua Paus Medici, Leo X dan Clement VII, dimakamkan di Basilika Santa Maria dari Minerva, salah satu yang paling artistik di Roma dan gereja Gotik terakhir yang masih ada di kota itu. Gereja itu berdiri di depan Akademi Gerejawi, sekolah yang melatih calon “duta besar Paus,” para nuncio apostolik.
Paus Klemen XIV juga dimakamkan di Basilika Dua Belas Rasul Suci di Roma.
Di antara para Paus yang tidak dimakamkan di Roma, kita dapat menyebutkan nama Gregorius XII (1406-1415) — Paus terakhir sebelum Benediktus XVI yang turun takhta dan dimakamkan di Katedral Recanati, di Marche; Benediktus XII dan Yohanes XXII di Avignon; Santo Selestinus V (yang meninggal pada tahun 1294 setelah turun takhta) di Basilika Collemaggio di L’Aquila dan makamnya dikunjungi oleh Paus Benediktus XVI sebelum pengunduran dirinya pada tahun 2013; Beato Gregorius X di Arezzo; Santo Gregorius VII di Salerno; dan Santo Adeodatus I di Cinto Euganeo, di Veneto.
Tempat Paus Fransiskus akan dimakamkan
Keputusan Paus Fransiskus untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore akan mengubah tata cara pemakaman.
Pada akhir pemakaman, jenazahnya tidak akan dibawa ke Groto Vatikan. Sebaliknya, jenazahnya akan dibawa ke Basilika Santa Maria Maggiore untuk dimakamkan, di dekat ikon kesayangannya, “Salus Populi Romani.”
…
Bogor, 26 April 2025
Bapak Peter Suriadi

