Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Di meja perjamuan pun selalu akan hadir sang pengkhianat.”
(Amanat Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Tulisan berlatar belakang rohani ini, saya persembahkan kepada sesama manusia agar mereka menyadari, bahwa pengkhianat itu bisa hadir dan ada di meja perjamuan mereka.
Di dalam konteks keyakinan iman Kristiani, di ujung Masa Puasa (Pra Paska), ada Pekan Suci dan Tri Hari Suci. Masa khusus ini sebagai proses persiapan menjelang Hari Raya Paska.
Tulisan ini pun juga berlatar belakang adegan perpisahan Yesus dengan para murid-Nya.
“Siapa saja Mengitari Meja Perjamuanmu.”
Ada pun spirit dan roh utama dari tulisan ini bertolak dari aspek judul.
Di dalam hidup ini, tidak jarang kita mengadakan sebuah perjamuan. Sifat perjamuan itu, biasanya identik dengan suatu kebersamaan (komunitas), sebagai sebentuk ekspresi dan penghormatan tanda suatu ikatan persahabatan.
Tujuan dan niat baik dari pihak yang mengadakan suatu perjamuan biasanya berdasarkan suatu ujud atau intensi tertentu.
Sebuah perjamuan, biasanya diadakan sebagai sebentuk rasa syukur, ulang tahun kelahiran, atau sebagai tanda perpisahan di antara para sahabat.
Suatu perayaan lewat perjamuan yang bertujuan baik dan mulia ini, dapat saja tercoreng atau ternodai oleh sebuah niat, sikap ketidaktulusan atau bahkan sebentuk pengkhianatan dari seorang yang justru tampak tulus mengitari meja perjamuan itu.
Sayang, sejuta sayang, jika ternyata terjadi hal itu. Kondisi ini dapat diibaratkan, susu sebelanga dinodai setitik nila.
Ibarat kata pepatah, bagai menggunting dalam lipatan atau api dalam sekam, maka sifat culas dari pengkhianat itu berdampak sungguh menyakitkan.
Si pengkhianat itu memang hadir dan ada hanya secara fisik. Namun sejatinya, spirit tulusnya jauh dari kenyataan.
Karena dari dalam hatinya timbul niat dan tujuan jahat untuk menghancurkan kebersamaan di meja perjamuan itu.
Semua tingkah culas dan kebencian itu, sesungguhnya sudah lama tersimpan dan terus dipelihara di dalam hatinya.
Ketika saatnya tiba, dia akan melampiaskannya. Sungguh, bagai buah busuk yang segera tercium baunya.
Apakah ada juga pengkhianat yang mengitari meja jamuanmu?
…
Kediri, 29 Maret 2024

