Salah satu acara di televisi beberapa tahun lampau bertajuk “Siapa Dia?” Dalam acara itu ditampilkan potongan atau kepingan wajah dari seseorang, biasanya tokoh terkenal seperti artis, politisi, olahragawan atau profesi lainnya. Ada kalanya hanya melihat satu kepingan kecil, mata atau hidung – orang langsung bisa menebak ‘siapa dia’. Tapi, kadang-kadang orang butuh gambaran yang lebih utuh untuk bisa menebak.
Setelah membasuh kaki para murid, Yesus berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Para murid bereaksi atas kata-kata Yesus ini: “Tuhan, siapakah itu?’”
Walaupun Yesus menanggapi dengan membuka sedikit identitasnya: “Dialah yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”
Para murid tetap tidak bisa menduga siapa yang dimaksud Yesus.
Betapa tidak mudahnya menduga yang ada dalam hati dan pikiran orang. Yang berpenampilan baik, belum tentu sungguh baik. Sebaliknya pun demikian. Para Rasul Yesus pasti saling mengenal, namun ternyata ada sisi-sisi lain yang tidak mereka kenal. Jadi murid Yesus adalah proses tanpa akhir. Setiap saat orang tetap harus berproses jadi murid.
“Tuhan Yesus, bimbinglah kami untuk jadi murid-Mu yang sejati. Amin.”
Ziarah Batin

