“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Luk 17: 33).
Melalui Injil, Yesus mengingatkan kita agar tidak terpaku pada kehidupan duniawi seperti makan-minum, kawin-mengawini, membeli-menjual, menanam-menuai, membangun-meruntuhkan, dan berbagai hal lainnya. Meskipun semua itu penting, tapi itu akan berlalu. Kita harus siap sedia setiap saat, karena kedatangan Anak Manusia bisa terjadi kapan saja, seperti yang terjadi pada zaman Nuh dan Lot. Yesus mengingatkan kisah istri Lot yang menoleh ke belakang dan jadi tiang garam.
Istri Lot juga jadi pengingat, bahwa kita tidak boleh berpaling dari jalan Tuhan. Kita harus berfokus pada tujuan akhir dan tidak terpaku pada masa lalu atau hal-hal duniawi, karena “barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.” Hal ini berarti, bahwa orang yang terlalu mementingkan diri sendiri dan duniawi akan kehilangan keselamatan kekal. Oleh karena itu, kita harus berani kehilangan diri demi Tuhan, rela mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan nyawa kita untuk melayani Tuhan. Kita harus mantap dalam iman dan tidak bimbang dalam mengikuti jalan Tuhan, supaya pada akhirnya kita memperoleh keselamatan kekal.
Sr. Faustiana, P. Karm
Jumat, 14 November 2025
Keb 13: 1-9 Mzm 19: 2-5 Luk 17: 26-37
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

