Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ketika marah, ingatlah, bahwa setiap tindakan itu memiliki konsekuensi.”
(Amanat Kearifan Hidup)
…
| Red-Joss.com | Pernahkah Anda hidup dan bahkan bersahabat dengan sang pemarah? Apa kesan dan pandangan Anda terhadapnya? Ataukah, Anda sendiri adalah si pemarah itu?
Tabiat dan Nasib Sang Pemarah
Sang pemarah itu akan bersikap dan bertindak sangat ganas bagaikan seekor harimau lapar.
Namun, secara perlahan tapi pasti, ia akan kehilangan segala-galanya. Mengapa? Ia telah meluapkan dan memuntahkan segala-galanya.
Kehilangan yang paling utama dan pertama adalah justru ia akan kehilangan dirinya!
Cernatilah Ulah Sang Pemarah berikut ini.
Seekor ular asyik merayap di sebuah gudang tua tempat menyimpan barang. Ia menyentuh sebuah gergaji tua. Mulutnya terluka dan mengucurkan darah segar.
Sadar akan keberadaannya yang terancam dan terluka, tabiat marahnya meradang seketika. Ia mengira, gergaji itu adalah sebuah ancaman serius bagi keselamatan dirinya.
Maka digigitnya lagi dengan sekuat tenaga mata gergaji itu yang dampaknya luka di mulutnya kian parah.
Kini kemarahannya kian memuncak. Dengan ganas dililitinya gergaji itu sambil meliuk dan melipatkan tubuhnya.
Akibatnya, luka-luka di sekujur tubuhnya kiah berdarah-darah dan parah.
Akhirnya, dia kehabisan segalanya. Ia tidak bertenaga, kehabisan darah, dan kelelahan. Berakhirlah riwayat dan nasib sang pemarah ini!
(Dari berbagai Sumber)
‘Marah’ adalah sebuah sifat yang mengacu pada seseorang yang sangat sensitif emosinya. Pemarah sejati itu memang tidak sanggup mengendalikan ledakan percikan api emosinya. Dia segera menyemprotkan emosi itu kepada siapa dan ke mana pun arahnya.
Amanat sosial dan edukatif apa yang kita peroleh dari kisah kemarahan ini?
Bukankah ‘api kemarahan’ itu seketika akan berdampak pada aspek psikologis dan biologis bagi manusia?
Bukankah kemarahan itu akan berdampak pada tekanan darah yang kian meninggi atau bahkan hingga ke tahap serangan jantung? Gangguan tidur, stroke atau depresi itu akan mengancam hidup sang pemarah ini.
Dambaan Hidup
Semoga kita sanggup untuk menerima, memahami, dan belajar untuk mampu hidup dan beradaptasi dengan pribadi sang pemarah ini. Karena dia adalah seorang saudara dan sesama kita juga.
…
Kediri, 10 Oktober 2024

