| Red-Joss.com | Kesalahan yang kita buat, tetap diingat oleh seseorang. Tersimpan di hati, dan diulang-ulang ceritanya. Bahkan, jika kesalahan itu menyakitkan akan diceritakan dengan sangat emosional.
Kesalahan yang dibuat itu kadang tidak dipikirkan resikonya. Relasi jadi tidak hangat, bahkan bisa terputus, dan dibutuhkan waktu untuk membangunnya kembali. Sebab, pribadi yang sudah pernah disakiti itu tidak mau tersakiti lagi.
Bagi kita yang bisa mendoakan mereka yang telah berbuat salah itu sangat mulia. Dengan mendoakan mereka berarti kita mendidik diri sendiri, supaya hidup dalam damai. Baginya, orang yang berbuat salah itu mungkin, karena kurang teliti saat berkata-kata dan bertindak.
Sesungguhnya hati manusia itu mudah mengingat setiap kesalahan agar kita berhati-hati dalam berkata-kata, berkomunikasi, dan bertindak. Jangan biarkan persahabatan yang terjalin baik selama ini renggang atau terputus, karena satu titik kesalahan yang kita buat.
Berpikirlah sebelum berbicara! Juga berpikirlah sebelum kita mengklik dengan jari ini!
Jaga hati dan jaga mulut agar kita tidak terpeleset oleh lidah sendiri!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

