Tuhan menciptakan kita dengan baik. Setelah beriman dan mengenal Tuhan, kita harus berbuat baik. Ketika jadi pengikut Yesus Kristus dan melayani, kita harus makin berbuat baik, dan bukan sebaliknya.
Buah-buah dari kebaikan itu berproses. Tidak semua orang langsung merasakannya. Sekali orang sudah bisa merasakan kebaikan, maka di dalam hatinya terdorong untuk membalas kebaikan itu. Maka yang terjadi adalah setiap kebaikan itu dibalas dengan kebaikan.
Hidup kita tidak lepas dari kebaikan-kebaikan orang lain. Ada saja porsi yang diberikan: lewat doa, bantuan finansial, dukungan semangat, dan spiritual. Semua porsi kebaikan itu memberikan kontribusi bagi hidup kita. Konektivitas kebaikan semacam ini berjalan secara natural.
Benar adanya, bahwa hidup kita dipenuhi dengan segala kebaikan. Jadi, jangan berhenti mengucap bersyukur dan mendoakan mereka yang telah berbuat baik itu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

