| Red-Joss.com | Mirip kata Rudolf Otto Mysterium Tremendum et Fascinosum: Dia, Sang Guru adalah kegaiban unik yang menautkan kejut dan rindu yang menyengat bagi para murid- Nya, ketika badai dan danau itu tunduk pada-Nya.
“Siapa orang ini bahkan badai dan danau tunduk pada perintah-Nya?”
Sebagai kelompok nelayan, para murid tidak diragukan kepakaran mereka dalam menjaga perahu dari serangan badai yang tiba-tiba. Pada titik tertentu keahlian manusia tidak kuasa mengatasi kekuatan alam.
“Guru, kami hampir tenggelan, tolong kami.”
Begitupun hidup manusia. Badai bisa datang tiba-tiba, kecil ataupun besar. Anak yang dicintai, dibesarkan, dididik, dan jadi kebanggan masa depan, tiba-tiba: “Ma, Pa, aku mau nikah dengan dia, tapi tidak seiman.” Jleeebb sakitnya hati ini.
Hari ini masih bersama, ngobrol bersama, esok hari sudah tiada, karena serangan jantung. “Kini sendiri, sebab suami yang 35 tahun telah jatuh bangun hidup bersama, tiba-tiba tiada untuk selamanya.” Merasakan perpisahan itu seperti tersambar petir, yang getirnya tidak kunjung pupus.
Ibaratnya belum ‘mingkem’ bibir ini, tiba-tiba: “Mama, uangnya tak bisa dicairkan,” aplikasinya bodong. Ketipu. Tiiieeenngg, bak listrik yang tiba-tiba mati saat masih asyikk nonton drakor. Pusiiiiinng!
Kerja memang tidak henti, tapi biaya berobat juga seperti toren bocor, sampai seperti kincir air, tak ada tandon air dari yang terus ditangguknya. Bagai gelombang laut yang menggoyang perahu hingga tak henti bergoyang.
“Diam, tenanglah!” begitulah Sang Guru menyatakan keberpihakan-Nya pada para murid yang sedang terhimpit rasa galau, takut, dan cemas.
Dari peristiwa itu para murid sampai pada pengalaman iman yang tremendum et fascinosum, pengalaman gaib yang menautkan kejut dan rindu.
“Siapa Guru ini sampai badai dan danau tunduk pada-Nya?”
Buah pengalaman kejut itu membangkitan keyakinan baru, bahwa Guru mereka bukan sosok sembarangan yang membuat para murid makin tegap dalam langkah, seperti syair lagu “walau badai silih berganti dalam hidupku, kutetap ikut Yesus, selamanya.”
Bagaimana Anda?
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

