“Apa pun yang kita pilih dan putuskan itu harus dimaknai dan dituntaskan hingga akhir.” – Mas Redjo
…
“Komitmen, konsisten, dan setia” adalah janji ketaatan dan kesetiaan yang harus dihidupi oleh pribadi yang percaya dan mengimani Tuhan Yesus.
Jangan goyah, tapi tetaplah teguh dan tangguh dalam perjuangan. Karena iman kita dibangun di atas batu karang Petrus.
Serangkaian ‘puzzle’ hidup itu telah menyatu dan membentuk jadi pengalaman iman saya, bagai matahari yang menerangi jiwa ini.
Bagaimana tidak. Seberat dan sesulitnya hidup ini selalu berujung pada hikmat Tuhan. Anugerah-Nya luar biasa. Bahkan nalar ini tidak mampu untuk merumuskannya.
Ketika lulus SMP, saya dilarang masuk seminari, karena dianggap anak yang tidak berbakti pada orangtua. Motivasi saya adalah saat jadi misdinar kecil yang senang melayani Romo. Tapi saya memaklumi orangtua yang non Kristiani, dan tidak memahami.
Ketika uang yang saya kumpulkan cukup untuk biaya kuliah di suatu STF yang berlokasi di Jembatan Serong, Rawasari, uang saya hilang dicuri. Padahal dengan kuliah di STF, saya berharap jiwa panggilan hidup membiara itu menggelora lagi.
Serangkaian peristiwa hidup pahit itu membuat saya sadar. Meski semangat hidup membiara tidak menyurut, tapi saya percaya, Tuhan mempunyai rencana yang terbaik dalam hidup saya.
Gagal untuk hidup membiara, saya lalu memutuskan aktif di Kerawam (Komisi Kerasulan Awam). OMK, LM, Kaling, Korwil, EJ, hingga PSE. Bahkan, ketika istri hamil, saya persembahkan lewat doa kepada-Nya agar anak-anak saya tertarik jadi biarawan.
Saya membawa anak-anak untuk aktif di bina iman, lalu jadi misdinar. Mereka saya dorong, dukung, dan motivasi untuk aktif di lingkungan Gereja. Juga saya nafasi dalam doa agar iman mereka bertumbuh kembang dan berbuah dalam kasih-Nya.
Ternyata mereka tidak memiliki jiwa panggilan untuk hidup membiara.
Kini, ketiga anak telah menikah. Tapi harapan saya tidak padam. Saya tetap berharap lewat doa. Bisa jadi ada seorang dari cucu atau cicit saya yang dipilih Tuhan untuk melayani-Nya.
Nafas doa itu melatih dan mengajar saya untuk taat dan setia kepada-Nya hingga akhir.
Terpujilah Tuhan.
…
Mas Redjo

