“Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka” (Luk 19: 13a).
Perumpamaan ini mengingatkan kita akan panggilan Tuhan atas kita masing-masing. Tuhan memanggil kita secara pribadi dan memberikan ‘mina’ yang melambangkan karunia, bakat atau talenta, waktu, dan kesempatan. Tuhan tidak memanggil secara acak, tapi memanggil kita secara pribadi. Walaupun kita tidak menerima dalam jumlah yang sama, tapi kita menerima sesuai dengan kemampuan kita. Karunia yang diberikan kepada kita, sekaligus juga jadi tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita.
Jika kita bersedia menerima dan dengan setia mengembangkannya, maka karunia yang kita miliki akan semakin besar pula. Sebaliknya, ketika kita menolak atau mengabaikannya, maka kita akan kehilangan segalanya.
Tuhan tidak menilai dari besar-kecilnya hasil yang kita peroleh, tapi Tuhan melihat hati kita dan kesungguhan dalam menanggapi tawaran-Nya.
Marilah bertanya pada diri sendiri, apakah saya sudah mau menerima panggilan dan tanggung jawab dari Tuhan, ataukah saya hanya sibuk dengan urusan pribadi dan rencana saya sendiri? Apakah saya sudah memanfaatkan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk melakukan kehendak-Nya, ataukah saya hanya mementingkan ego sendiri dan mengabaikan suara Tuhan?
Bintang
Rabu, 19 Nopember 2025
2 Mak 7: 1.20-31 Mzm 17: 1.5-6.8.15 Luk 19: 11-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

