“Pelayanan yang setia lahir dari hati yang rendah dan tenang dalam kasih Allah, serta menyala dalam semangat amal kasih.”
Allah mengundang kami ke perjamuan kawin Putra-Nya. Sebuah pesta kasih Ilahi, di mana Surga dan bumi dipersatukan dalam Kristus. Allah adalah Raja yang murah hati, yang menyiapkan segalanya dengan limpah, dan rindu agar semua orang datang menikmati sukacita-Nya.
Melalui Santo Paulus, Allah mengajar kami, bahwa kami adalah satu tubuh di dalam Kristus. Setiap anggota memiliki karunia yang berbeda, tapi semuanya untuk satu tujuan: memuliakan Allah melalui kasih yang tulus dan rendah hati. Inilah panggilan kami: untuk setia dalam pelayanan, bersukacita dalam pengharapan, tabah dalam pencobaan, tekun dalam doa, dan murah hati dalam kasih.
Dalam Injil, Tuhan Yesus bercerita tentang undangan ke perjamuan besar, tapi banyak yang menolak dengan berbagai alasan. Betapa sering kami sibuk dengan urusan sendiri, hingga lupa bahwa Tuhan menantikan kami di meja perjamuan kasih-Nya. Tuhan ingin kami mengerti bahwa undangan itu bukan sekadar ajakan, melainkan anugerah tanda kasih yang tidak layak kami peroleh, tapi Ia berikan dengan cuma-cuma. Tuhan hanya meminta satu hal: agar kami menjawab dengan hati yang terbuka dan penuh syukur.
Ya, Roh Kudus, gerakkan hati kami agar memahami besarnya panggilan ini: untuk hidup bukan bagi diri sendiri, melainkan bagi sesama. Kobarkan dalam diri kami semangat yang sama yang menyala dalam diri Santo Carolus Borromeus, gembala Gereja yang melayani dengan ketekunan dan cinta yang tak kenal lelah. Seorang uskup yang berdoa dalam keheningan, mengajar dengan kebijaksanaan, dan menolong yang miskin dengan belas kasih yang nyata.
Ajar kami, seperti dia, untuk mengakar dalam doa, memimpin dengan kerendahan hati, dan melayani dengan sukacita. Biarlah karya pelayanan kami jadi kesaksian hidup tentang kasih dan kerahiman-Mu.
Seperti Pemazmur, kami berdoa, “Ya Tuhan, aku tidak tinggi hati… aku menenangkan jiwaku seperti anak yang disapih pada pangkuan Ibunya.” Ajar kami beristirahat dalam kasih-Mu, percaya, bahwa setiap pelayanan yang lahir dari kasih adalah bagian dari perjamuan Surgawi yang sudah Engkau siapkan.
Bapa, hari ini kami menerima undangan-Mu dengan penuh syukur. Persiapkan hati kami agar setia dalam pelayanan, tulus dalam kasih, dan gembira dalam pengharapan. Biarlah hidup kami menjadi ‘ya’ yang hidup bagi-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

