“Orang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik” (Luk 6: 45a).
Kebajikan yang terpancar dari dalam diri seseorang itu mengandaikan adanya proses panjang yang dilaluinya. Kesetiaan dan ketekunan melakukan tindakan kebaikan menghasilkan buah yang dapat dirasakan oleh orang lain. Sama seperti orang yang menanam pohon buah dan tidak segera dapat menikmati buahnya, demikian pula orang beriman di dalam sabda Yesus. Setia mendengarkan sabda Yesus dan tekun berproses dalam melaksanakan sabda itu setiap hari merupakan sikap yang diminta Yesus. Tanpa kesetiaan ini, mustahil orang dapat menghasilkan buah yang baik secara melimpah, sebaliknya malahan akan menuai kesia-siaan, bahkan kemunduran dalam hidup beriman. Sebab tanpa kesetiaan, pohon Sabda yang mereka rawat akan jadi layu dan mati. Rumah iman yang mereka bangun akan mudah roboh, ketika diterpa badai kehidupan, karena dibangun di atas tanah tanpa dasar (bdk. Luk 6:49).
Santo Paulus adalah contoh orang beriman yang telah berhasil dalam proses ini. Santo Paulus dahulu adalah pendosa besar, tapi setelah pertobatannya, ia senantiasa setia pada imannya akan Kristus, sehingga ia jadi teladan unggul bagi umat beriman (bdk. 1 Tim 1: 15-16).
Fr. Moses Maria, CSE
Sabtu, 13 September 2025
1 Tim 1: 15-17 Mzm 113: 1-7 Luk 6: 43-49
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

