| Red-Joss.com | Setegar-tegarnya hati seorang Ayah, jauh lebih tegar itu hati seorang Ibu.
Hal itu saya lihat dan amati dari seorang Ibu pelanggan baru yang datang ke toko dengan naik angkot.
Sesungguhnya Ibu itu yang dikeluhkan oleh anak saya yang biasa melayaninya.
Setiap kali ke toko, Ibu itu membeli 1 kg plastik. Embel-embelnya adalah Ibu itu minta tolong agar kue kering yang dijajakannya itu dibeli oleh anak saya!
Sekali dua kali, anak saya membeli kue kering itu. Tapi setiap kali ke toko, dan minta dilarisi, anak agak ‘ngedumel’. Sehingga setiap kali Ibu itu datang, saya yang diminta tolong untuk melayaninya.
Ternyata untuk sampai di toko, Ibu itu naik angkot 2 kali. Berarti PP 4 kali naik angkot itu biayanya sekitar Rp 20.000,- berarti untuk membeli plastik klip 1kg, Ibu itu harus mengeluarkan uang Rp 60.000,-
Jika Ibu itu minta anak saya untuk membeli 1 bungkus kue seharga Rp 20.000,- Tujuannya mungkin sebagai pengganti uang transport. Menurut saya, hal itu wajar. Meski menurut anak, Ibu itu agak memaksa.
Saya lalu menjelaskan ke anak untuk membeli. Alasan saya, untuk membantu, sedang kue itu bisa diberikan pada karyawan.
Dari obrolan dengan Ibu itu, saya sungguh salut dan menghargai semangat juangnya demi bertahan hidup di Ibukota.
Setahun lalu, Ibu yang sudah lama bercerai itu terkena phk. Untuk bertahan hidup bersama dengan 2 orang anak, ia terpaksa bekerja serabutan. Karena situasi ekonomi yang semakin sulit, ia lalu mencoba jualan kue kering untuk dijajakan di seputaran tempat tinggalnya.
Ketika saya bertanya, kenapa tidak sekalian membeli plastik di agen kue kering, ternyata agen itu hanya jualan kue. Sekitar rumahnya juga tidak ada toko plastik yang sekomplet toko saya.
Untuk menyiasati memperoleh plastik yang dibutuhkan Ibu itu, saya minta ancar-ancar rumahnya. Lalu saya arahkan ke langganan atau kenalan yang dekat rumahnya, dan mudah dijangkau.
Saya juga menyarankan pada Ibu itu, jika naik angkot untuk membeli plastik, alangkah baiknya sekalian menjajakan dagangannya. Karena saya percaya dan ainul yakin, bahwa rezeki itu selalu mendatangi orang yang ringan tangan dan aktif mencarinya.
Tetaplah semangat untuk berjuang, Bu, karena Allah mengasihi pribadi yang ikhlas, tangguh, dan pantang menyerah.
…
Mas Redjo
…
Foto ilustrasi: Istimewa

