Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Warna-warni akan memudar, kuil-kuil akan hancur, kerajaan-kerajaan akan runtuh, tetapi perkataan yang bijak akan tetap bertahan.”
(Edward Thorndike)
…
| Red-Joss.com | “Lidahmu berada di tempat yang basah, jangan biarkan ia terpeleset,” demikian sebuah ungkapan kebijaksanaan.
Kata-kata, ucapan, atau seruan itu sungguh berdampak besar bagi hidup Anda dan saya. Dari ribuan kata yang Anda gunakan setiap hari, mengapa tidak Anda gunakan untuk kebaikan Anda?
“Sekarang arahkan nasib dengan pikiran dan bahasa Anda, bersiaplah untuk hasil yang nyata dan menakjubkan,” demikian Raymond Aaron, penulis AS.
Menurut sebuah kajian yang dilakukan Raymond Birdwhistle, (1970), bahwa kaya kata yang Anda ucapkan kepada orang lain hanya mewakili 7 persen dari hasil yang Anda dapatkan dari komunikasi.”
Sebuah refleksi jujur. โApakah ucapan, kata, seruan, atau pun narasi Anda dan saya, sudah menjadi berkat yang menenteramkan sesama? Apakah kata-kata saya sudah menginspirasi sesama? Ataukah ucapan saya, justru sudah meracuni sesama? Sadarilah, ternyata, kata-kata yang kita ucapkan, akan terbang laksana burung, yang segera akan menyinggahi reranting pepohonan. Di sana pun, seruan kita akan didengar. Bersyukurlah, jika ucapan Anda itu berdaya kasih. Terkutuklah, jika ucapan Anda memuat kebencian serta permusuhan.โ
Ternyata kata-kata yang kita ucapkan itu selalu bersayap. Ada sayap bernuansa positif, yang mampu mendatangkan rahmat kebaikan serta perdamaian. Ada juga sayap bernuansa negatif, yang justru melahirkan permusuhan dan pertentangan.
Anda sesungguhnya sang inspirator agung itu, manakala seruan Anda dapat melahirkan kedamaian.
Kini, katupkan kedua bola matamu dan hening! Renungkan dengan tulus dan jujur! Sudah berapa banyak hati sesama yang luka tersayat? Dari hari ke minggu, bulan, dan tahunโฆ
Hal ini pun bermakna, ucapan Anda pun saya, justru sungguh tidak menginspirasi kehidupan! Ibarat, jauh panggang dari api.
…
Kediri,ย 24ย Juniย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa
