Simply da Flores
1.
Darah itu berdesir mengalir
antara ketakberdayaan dan diam
antara keharusan alamiah dan tanya
antara aku dan diri pribadi
antara aku dan engkau
antara dia dan mereka
antara kita tanpa kata pasti
antara manusia dan misteri semesta
Tetapi…
Angin selalu tahu dan ada di sana
Debu tanah selalu setia menyertai
Angkasa senantiasa melihat mencatat
tentang siapa dan apa manusia
Dan
hari ini purnama pun ikut berdarah
Entah mengapa gerhana total
Untuk apa dan siapa?
2.
Bulan purnama tidak terjadi setiap hari
Dan ketika ada purnama
tidak selalu bisa disaksikan
Entah karena kita tak peduli
Entah terhalang awan hitam pekat
Entah sedang didera lara derita
Ketika ada gerhana bulan
datang memeluk lara derita rakyat
Para tikus berdasi berpesta pora
karena harta jabatan bisa membeli kreasi cahaya
karena rekayasa kata dan kreasi sandiwara
diyakini mampu padamkan bara api dan lerai asap hitam
Bumi menggugat peran angkasa
Bara api membakar purnama
mengubah lara derita jadi darah
Entah darah apa dan siapa?
3.
Dalam gulita tanya malam ini
alam semesta menulis jawaban misteri
Purnama yang biasa penuh pesona
menjelma dalam gerhana total
balutan tirai hitam angkasa berkabung
Duka lara nestapa manusia
sedang dibasuh Sang Maha Cahaya
Darah amanat hak orang kecil yang dicaplok
sedang membasahi wajah purnama
Berjalan keliling mengetuk hati nurani
bergerak menyapa setiap jiwa sanubari
Adakah yang terbangun kesadaran hakikinya
untuk berdiri dan bersujud
menghadap fajar yang bersinar setiap hari
Masihkah buta dan palingkan mata
pada fakta desah nafas pribadi
yang tak mungkin dibohongi
oleh ketamakan dan aneka kejahatan diri
Purnama berdarah terjadi hari ini
4.
Fenomena Gerhana Bulan Total
mungkin sedang menata alam semesta
dan melukis kelamnya pikiran tamak yang buta
agar bisa diobati dengan data digital
Purnama yang dibasuh darah
mungkin lukisan darah korban insani
yang sudah dilaporkan bumi
pada pengadilan angkasa raya
Kekuasaan, jabatan dan kekayaan
Senjata dan berbagai sarana iptek
sering diyakini maha sakti mandraguna
untuk mengendalikan isi alam raya dan manusia
untuk puaskan tamak selera hawa nafsu
Namun,
desah angin selalu bertanya
“Hai manusia tamak
apakah nafasmu tak membutuhkan udara”
Debu tanah yang sering terinjak
senantiasa bicara mengingatkan
“Hai manusia rakus dan sombong
dari mana engkau diciptakan
di mana seluruh hidupmu berlangsung
apakah ragamu abadi dan tak mati”
Purnama berdarah itu pengadilan semesta

