Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Tanah air Indonesia, bumi Nusantara telah melewati sejarah panjang tentang perjumpaan multi kultur. Hubungan antara adat budaya di satu wilayah, satu pulau, antar pulau, serta antar aneka budaya di Nusantara dengan yang dari luar. Misalnya dari China, Arab, Jepang, Afrika, Eropa dan Amerika.
Dalam hubungan lintas adat budaya ini, terjadi saling mempengaruhi, pernah ada perang, ada juga relasi kerajaan, dagang, perkawinan, serta politik dan agama. Dinamika pengalaman relasi tersebut, menghasilkan catatan sejarah yang positif maupun hal negatif dalam perjalan bangsa dan NKRI.
Beberapa waktu akhir ini, dengan media sosial yang memudahkan informasi, ada aneka kemajuan dan perkembangan positif tentang relasi antar agama, juga relasi agama dan adat budaya. Namun, juga banyak muncul kasus radikalisme, yang dilakukan individu dan kelompok, atas nama agama. Kelompok yang minoritas dan lemah, dijadikan sasaran kebencian dan aneka tindak kekerasan. Kegiatan ibadah dilarang atau dibubarkan, sulitnya izin pembangunan rumah ibadah, tempat ibadah dan sarana devosi disegel, dan masih banyak pengalaman miris lainnya. Belum lagi fitnah, caci maki dan berbagai ujaran kebencian serta penghinaan melalui media sosial. Kewenangan Negara seperti kalah di hadapan para pelaku.
Hukum negara sering tumpul dan jadi pertanyaan atas wibawanya terhadap aneka kasus kekerasan antar agama, atau agama terhadap adat budaya. Hukum yang tertulis dan yang ditetapkan negara untuk semua rakyat, sering tak berdaya terhadap kasus-kasus tersebut. Para penegak hukum seperti lebih takut kepada pelaku, yang jumlahnya sedikit dibanding aparat negara. Lalu, pertanyaannya kepada soal kepentingan pelaku dan kewenangan para penegak hukum.
Ketika di kampung, sering ada solusi karena relasi kekerabatan dan perkawinan. Ada kearifan adat budaya yang bisa menjadi pemersatu dan solusi kasus. Namun, jika di kota atau pemukiman modern, maka sering membingungkan dan jadi ancaman serta kecemasan. Apalagi di media sosial, seperti sudah jadi berita hangat dan konten papan atas yang diperdagangkan. Sampai kapan situasi konflik dan kekerasan ini dibiarkan oleh penegak hukum negara? Sering ditenggarai, bahwa ada korelasi dengan kepentingan bisnis dan politik, baik dalam negeri maupun dengan jaringan internasional. Apakah memang demikian danย sampaiย kapan?
…
Foto ilustrasi: Istimewa

