Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Saat Bulan Ramadhan, selama ada di kampung, saya teringat pengalaman di metropolitan Jakarta. Ada dua hal yang menarik dalam kenangan:
Pertama, soal ramai jualan menjelang saat berbuka puasa dan kegiatan berbuka puasa bersama. Ketika ramai dijual aneka jajanan untuk berbuka puasa, ternyata yang membeli tidak hanya umat muslim, namun juga konsumen yang non muslim. Lalu, ketika saatnya berbuka, semua bisa menikmati di berbagai arena dan semua berjalan baik. Umumnya masyarakat sederhana, yang menjalani dengan tulus karena saling membutuhkan dan saling melengkapi.
Pengalaman lebih dari sepuluh tahun di Jakarta, ternyata momen berbuka puasa sering juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, dan yang hadir berbuka puasa adalah ternyata bukan saja yang muslim, tapi juga yang non-muslim. Misalnya acara kantor, organisasi, alumni, perkumpulan komunitas se-asal kampung di tanah rantau, juga kelompok bisnis dan politik. Berkah Ramadhan dibagikan bagi sesama muslim dan juga uang non muslim
Alangkah indahnya.
Kedua, ketika tengah malam menjelang saur. Ada banyak kendaraan yang membawa makanan, dan dibagikan kepada mereka yang antri di pinggir jalan. Umumnya mereka yang sederhana, miskin, para pemulung dan gelandangan yang berkumpul di titik-titik tertentu, lalu menunggui kemurahan pemberi sedekah, untuk ber-saur. Saya pun sering ikut duduk mengantri sekitar
Sarinah Thamrin, Tugu Proklamasi, Patung Tani atau daerah Cawang Atas dan Pramuka. Ada sebuah suasana haru dan istimewa bagiku, di mana menyaksikan relasi kemanusiaan atas dasar ibadah Ramadhan, ada kasih dan solidaritas.
Dari kenangan akan pengalaman istimewa Bulan Ramadhan di Metropolitan Jakarta, muncul pertanyaan tentang sebaran hoaks dan ujaran kebencian serta aneka kasus radikalisme di medsos. Apakah aparat keamanan dan penegak hukum tidak tahu dan tahu tapi tak berdaya? Di mana kewibawaan negara menghadapi warga yang mengacau demkian? Ataukah memang dibiarkan untuk bertumbuh subur oleh pejabat negara ini? Ke manakah arah langkahย NKRIย keย depan?
…
Foto ilustrasi: Istimewa

