Oleh Simply da Flores
Red=Joss.com | Beberapa waktu akhir ini, menarik bagi saya menyaksikan adanya ritual adat untuk beberapa kepentingan. Di daerah asalku, ada ritual penerimaan tamu, yang dilakukan di bandara atau pelabuhan untuk menerima tamu dari luar daerah dan wisatawan. Ada juga dilakukan di lokasi sanggar seni budaya atau hotel. Selain untuk penjemputan tamu, ada juga ritual adat penyambutan pengantin di rumah mempelai wanita, setelah pulang acara keagamaan, ritual pendinginan untuk awal pembangunan gedung baru dan pendinginan sebelum digunakan.
Setiap daerah adat budaya berbeda situasi dan konteksnya. Ada yang terjadi di wilayah rantau, seperti kota Jakarta, Batam, dan lainnya. Dalam konteks masyarakat adat, ritual adat ada tata aturannya yang harus dipenuhi. Siapa yang berwenang untuk membuat ritual, ada pemangku adatnya, juga atribut dan sajen yang diperlukan untuk masing-masing ritual tersebut. Saya yakin bahwa pihak yang dipercayakan melakukan ritual pasti mengetahui aturan adat, sehingga bersedia untuk melakukannya.
Ketika menyaksikan dan terlibat dalam kegiatan ritual, baik di daerah asal maupun di wilayah perantauan, ada hal menarik yang saya alami dan perhatian. Hal pertama, bahwa bahasa dalam ritual adat budaya, yang digunakan oleh pemimpin ritual, tidak semuanya bisa dimengerti para hadirin; baik dari daerah asal ritual, maupun tamu undangan lainnya. Kedua, jarang ditemukan ada semacam penterjemah, atau penjelasan oleh MC atau pelaku ritual tentang arti bahasa yang dipakai serta simbol dan sarana ritual yang digunakan. Maka, yang mengikuti seolah-olah mengerti, dan maknanya diyakini bahwa pasti istimewa, karena sebagai doa secara adat budaya.
Fenomena perjumpaan ritual adat budaya dalam konteks kehidupan zaman now, kiranya menjadi sebuah hal positif. Yang menjadi catatan adalah soal pemaknaan. Apakah ini singgih ritual adat budaya, atau atraksi budaya seperti dipentaskan sanggar, dalam rangka rindu ada budaya asal usul serta upaya penegasan identitas diri dan kelompok.
Dalam rangka pariwisata dan juga kegiatan politik praktis, juga ritial adat budaya serta atraksi kesenian lokal sering dilakukan. Kiranya ada upaya penjelasan makna ritual adat, karena bahasa ritual adat itu tidak semua orang tahu dan mengerti.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

