Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com | Entah di kampung maupun di kota, kemajuan zaman telah membuat perubahan dasyat dan konflik multi dimensi. Perubahan tidak saja pada sarana Iptek, namun dalam prinsip, nilai, cara pandang, perilaku dan orientasi hidup. Berbagai lembaga pun menjadi seperti tak berwibawa dalam menghadapi perubahan yang revolusioner zaman ini.
Perubahan lintas ruang dan sekat sosial budaya, agama dan negara, di mana informasinya langsung menghempas setiap benteng pribadi. Semuanya dihantar oleh sarana komunikasi digital.
Energi perubahan yang diciptakan manusia dengan Iptek, justru sepertinya menjadi monster maha daya, menyerang balik kepada manusia, sebagai penciptanya. Sistem digital yang ada semakin membelenggu manusia dan membuat kita tak berdaya memilih. Mungkin ini yang disebut “zaman edan”. Atau oleh para pemikir dan filsuf disebut gelombang perubahan, hentakan masa depan, revolusi peradaban dan banyak lagi istilah lainnya.
Tawaran perubahan, dengan aneka selera, kebutuhan serta nilai baru, bukan dalam ruang publik saja, tetapi langsung membanjiri ruang privat setiap orang melalui media komunikasi digital. Maka, setiap pribadi terpaksa mendapat informasi baru dengan semua konsekuensinya.
Lalu, waktu untuk memilah dan memilih pun serba terbatas, sedangkan tawaran baru perubahan terus membanjir langsung ke telapak tangan dan mata individu. Semuanya dikemas begitu menarik dan mempesona, dengan kemajuan Iptek zaman now.
Persoalan utamanya adalah kemampuan adaptasi dan daya tahan manusia, tidak sebanding dengan pesatnya perubahan Iptek zaman now. Salah satu contohnya, dengan pembuatan robot canggih, dan kecerdasan artifisial – AI. Juga dalam bentuk sistem dan satelit luar angkasa. Bahkan ada produksi bayi secara pabrik digital. Maka, hanya yang kuat akan bertahan, yang lemah akan mati digilas perubahan dasyat zaman dan ditelan monster teknologi digital.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

