Oleh Simply da Flores
Red-Joss.com l Cara pandang tentang kematian dan nasib jiwa setelah kematian, dalam setiap tradisi adat budaya lokal diajarkan. Ritual yang berkaitan dengan kematian pun ditradisikan sejak para leluhur. Maka, ada bervariasi posesi kematian di setiap komunitas adat di Nusantara serta di luar negeri.
Ada rangkaian prosesi kematian, antara lain pemandian jenazah dan pemberian pakaian, ungkapan duka dari sanak kerabat, penguburan dan ritual setelah penguburan. Kedukaan karena kematian mewarnai keluarga dan sanak kerabat. Tradisi setiap komunitas adat dilakukan, demi kedamaian arwah orang yang meninggal, tapi, juga untuk kepentingan keluarga yang hidup.
Zaman berkembang dan ada kehadiran agama dalam aneka komunitas adat budaya tradisi itu. Ada agama Islam, Kristen dan Katolik. Maka, ada juga pengaruhnya terhadap posesi pemakaman saat ini.
Di beberapa tempat terjadi semacam pembauran antara tradisi adat dan agama. Ada yang hanya mengikuti kebiasaan agama, seperti di kota dan pemukiman modern. Bahkan sudah ada tempat penguburan umum yang disiapkan pemerintah.
Satu fenomen yang ada saat ini, baik di kampung maupun di kota, banyak masyarakat melakukan prosesi pemakaman, sesuai yang biasanya terjadi. Namun, terkesan banyak pihak tidak mempertanyakan dan membicarakan, apalagi mengajarkan kepada generasi muda. Berbeda dengan komunitas yang masih kuat menjaga dan melaksanakan tradisi adat budayanya. Ada kecenderungan di kampung tradisi yang mulai pudar adatnya, terlihat lebih praktis melakukan prosesi pemakaman dengan cara modern dan ajaran agama.
Zaman now, kelihatan pilihan prosesi pemakaman lebih kepada pertimbangan efisien dan praktis. Selain karena tradsisi adat budaya kurang dipahami, generasi milenial lebih memilih yang praktis. Bahkan ada juga pilihan lain dengan kremasi. Fenomena prosesi pemakaman, sangat dipengaruhi oleh cara pandang tentang kematian dan nasib jiwa setelah manusia meninggalkan dunia.
…

